Skip to content

Justice Society: World War II

Setelah dunia animasi DC melakukan reboot melalui Justice League Dark: Apokolips War, mereka mulai menciptakan kisah-kisah baru kembali. Sampai saat ini sudah ada dua film: Superman: Man of Tomorrow dan Batman: Soul of the Dragon. Bagi saya keduanya adalah film animasi yang forgettable. Kompeten dalam pembuatannya tetapi tidak memorable sama sekali. Justice Society: World War II adalah film ketiga dalam universe baru ini, dan kali ini berfokus pada tiga karakter di luar the big two-nya DC: Wonder Woman, Flash, dan Aquaman.

Film ini dimulai saat Barry Allen mengajak sang pacar kencan di Metropolis. Saat dalam kencan sebuah serangan memaksa Barry untuk berubah menjadi The Flash dan membantu Superman. Insiden dalam serangan tersebut melempar Barry ke masa lampau: masa Perang Dunia kedua.

Di masa Perang Dunia ini Barry bertemu dengan para superhero era Golden Age dulu: ada Hawkman, ada Black Canary, ada The Flash (versi pertama: Jay Garrick), dan beberapa lagi. Mereka semua dipimpin oleh Wonder Woman dan Steve Trevor. Kalian berpikir kalau keberadaan para superhero ini tentunya akan membuat NAZI tidak berkutik bukan? Salah. Para Superhero ini memang membantu kubu Amerika mendesak NAZI, tetapi kubu lawan pun memiliki senjata rahasia mereka sendiri… jadi bisakah kedatangan Barry Allen dari masa depan membantu mendorong kemenangan ke arah Amerika?

Saya mengharapkan film animasi ini menjadi sesuatu yang mirip dengan Justice League: New Frontier, sebuah film animasi Justice League yang berfokus pada sekelompok tim hero dan juga berfokus di era Golden Age. Sayangnya film ini tak mampu memenuhi harapanku. Kelemahan terbesar dalam film ini bagiku adalah fokusnya yang berantakan. Dalam kurun waktu di bawah 90 menit film ini berusaha berfokus pada seabreg karakter: mulai dari Hawkman, Wonder Woman, Steve Trevor, dan banyak lagi. Hasilnya ada banyak karakter yang terasa kurang digali masa lalunya seperti Black Canary dan Hourman. Kita tidak pernah tahu apa-apa saja alasan mereka masing-masing untuk membela Amerika dalam Perang Dunia kedua selain… they are just there.

Tambahan twist Barry Allen dan sosok Aquaman di pertengahan film pun tak banyak membantu. Sebagai sosok yang semestinya menjadi jangkar utama penonton Barry Allen di sini terasa sangat pasif dalam cerita. Setali tiga uang dengan Aquaman dan satu karakter lain yang muncul di penghujung cerita. Mereka semua muncul tetapi impactnya tidak akan terasa bagi penonton – kecuali bagi kalian yang sudah saaangat familiar dengan mitologi DC.

Saya suka dengan konsep Justice Society. Ketika membaca komik Geoff Johns dulu selalu ada perbedaan yang jelas antara Justice League dan Society. League adalah sebuah organisasi para superhero yang bertugas bak sebuah organisasi, lengkap dengan segala jenis birokrasi dan hirarki-nya. Di sisi lain Justice Society terasa lebih intim, seperti sebuah keluarga. Dan itu adalah sesuatu yang tak mampu digali dalam film ini. Kualitas animasi yang bagus, kualitas voice acting yang mencukupi, pada akhirnya tak bisa menutupi jalan cerita yang sebenarnya memiliki scope yang epik tetapi tak cukup diberi waktu untuk bernafas.

Ah, seandainya saja film ini dibuat menjadi film dua bagian (atau bahkan tiga bagian) dengan durasi 3 – 4 jam, saya yakin hasilnya akan jauh lebih baik dari film yang kita dapatkan ini. Saya kerap menyinggung sebuah film yang pacing-nya terlalu lambat dan bertele-tele, tetapi itu tidak berarti saya menghargai film yang pacing-nya terlalu ngebut bak The Flash juga!

Pada akhirnya, 0 dari 3. Sudah ada tiga film animasi DC yang dirilis paska Justice League Dark: Apokolips War dan sedihnya, semuanya tidak ada yang mampu membuatku mengacungkan jempol. Semoga usaha berikutnya dari DC bisa berhasil. I can only hope.

Score: 6.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: