Skip to content

The First Purge

Setelah The Purge: Election Year, saya merasa bahwa The Purge sudah sampai pada konklusinya. Trilogi ini sudah ditutup dengan pas, sebuah kesadaran bahwa rakyat Amerika tak lagi membutuhkan The Purge. Apalagi mayoritas voter di Amerika menunjukkan bahwa mereka tak butuh lagi The Purge.

Tapi ternyata hasil Box Office berkata lain, The Purge: Election Year sukses besar di Box Office dan jelas sangat disayangkan kalau film ini tidak dibuat kelanjutannya. But how to keep continuing? Well, jawabannya adalah dengan membuat prekuelnya. Film keempat dalam franchise ini bergulir jauh ke belakang, ke Purge yang paling pertama: The First Purge.

The First Purge sesuai judulnya mengambil masa di saat New Founding Fathers of America baru mulai berkuasa. Di saat ini mereka belum berani langsung mengimplementasikan kebijakan sekontroversial The Purge. Oleh karena itu mereka hanya mengadakan uji coba Purge di sebuah tempat yang terbatas: hanya di Staten Island saja. Seluruh Amerika (dan bahkan dunia) memonitor eksperimen sosial ini. Apabila The Purge pertama ini sukses maka New Founding Fathers of America alias NFFA akan semakin berani mengimplementasikan The Purge dalam skala besar… jadi?

Ya sebab ini prekuel kita sudah tahu kurang lebih bahwa The Purge ini akan menjadi sesuatu yang sukses. Saya tadinya khawatir bahwa film ini sekali lagi akan menjadi sebuah kisah yang timpang – yang menunjukkan bagaimana orang kulit putih menindas orang-orang kulit warna seperti orang kulit hitam dan kulit latin. Hal itu tak sepenuhnya salah. The First Purge lagi-lagi memiliki bintang mayoritas orang kulit hitam seperti Y’lan Noel, Lex Scott Davis, dan Joivan Wade. Praktis satu-satunya artis kulit putih yang punya nama yang terlibat di proyek ini adalah Marisa Tomei – dan ia tak diberi banyak ruang untuk menunjukkan aktingnya.

Secara cerita kita sudah tahu mengenai apa kisah The Purge jadi twist ini tak benar-benar baru. Ketegangan yang diumbar juga kurang lebih sama, tetapi ada satu hal yang berbeda, bila film pertama mengambil setting di rumah sementara kedua dan ketiga mayoritas di jalanan, film keempat ini mencampur formula dengan mengambil setting di Apartemen untuk klimaksnya. Ruangan-ruangan Apartemen dan lorong yang sempit membuat beberapa shot dalam film ini terasa klaustrofobik, membantu meningkatkan tensi mencekam yang ada.

Secara overall, The First Purge tidak akan membuat kalian yang tak suka dengan franchise ini mendadak jadi suka. But to be honest, this is also not a bad movie. Ini adalah sebuah film popcorn yang solid ditonton dengan santai di weekend. Enjoyable but forgettable adalah ekspresi yang pas untuknya.

Score: 7.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: