Skip to content

The Forever Purge

Sejak 2013 setiap dua sampai tiga tahun sekali franchise The Purge secara konsisten mengeluarkan film baru. Total dalam franchise ini sudah ada lima film layar lebar dan satu serial TV (sudah dicancel setelah season keduanya). Di 2018 setelah trilogi The Purge berakhir para produser sudah mencari akal untuk memperpanjang nafas franchise ini dengan menggarap The First Purge.

Prekuel tersebut memang tak bisa menyamai pencapaian film ketiganya tetapi masih sangat – sangat profitable. Apalagi secara worldwide, justru franchise ini mencapai puncak kelarisannya di The First Purge. Artinya? Masih ada banyak yang menanti-nantikan serial ini. Dan itu berarti masih ada cara memperpanjang ceritanya. Kali ini The Forever Purge melanjutkan kisah setelah Election Year. Bagaimana bisa?

Semuanya dijelaskan dengan cepat di awal film, setelah sukses memvoting NFFA keluar dari kuasa, ternyata para pendukung NFFA muncul secara bertubi-tubi dan memvoting balik di Pemilu Amerika berikutnya. Setelah 8 tahun tanpa The Purge, NFFA langsung menerapkan kebijakan mereka lagi, The Purge kembali dilanjutkan kali ini.

Bagi pasangan imigran dari Meksiko: Juan dan Adela, melarikan diri ke Amerika adalah mimpi menjadi nyata bagi mereka. Mereka meloloskan diri dari sebuah negara yang diselimuti kekerasan hampir setiap harinya untuk datang ke Amerika di mana kriminalisme hanya diperbolehkan 12 jam saja dalam 1 tahun. Yang ironis bagi Juan dan Adela bahwa mereka tidak menyadari bahwa The Purge kali ini berbeda…

Mereka yang selama 8 tahun lamanya menahan-nahan diri tidak melakukan The Purge kini melepaskan semua hasrat mereka. Juan dan Adela memang sanggup bertahan melewati malam, but the horror begins now. Judul film ini adalah The Forever Purge, di mana rupanya kaum-kaum militan yang hendak melakukan Purging tak ingin hanya terbatas 12 jam saja. Militer kehilangan kontrol akan situasi dan dalam waktu yang singkat perang sipil berkecamuk di Amerika. Bisakah Juan dan Adela selamat?

Apabila dalam empat film sebelumnya topik yang diangkat The Purge adalah injustice yang menimpa kaum kulit hitam, film ini mengangkat kaum marginal lainnya: kaum imigran. Orang kulit latin menjadi protagonis di film ini, berbarengan dengan beberapa aktor kulit putih terselip di dalamnya. Ini wajar mengingat film ini bersetting di daerah El Paso, Texas.

Sekali lagi saya melihat The Forever Purge hanya melayangkan kritik mereka pada satu sisi saja. Film ini berusaha terus menahbiskan kalau Amerika merupakan negara yang moralnya bobrok dengan The Purge. But really, how bad can it be kalau ternyata orang-orang Meksiko masih berbondong-bondong melarikan diri ke Amerika? Bukankah awal The Purge terjadi dikarenakan terlalu banyak imigran yang ada di Amerika sehingga kaum miskin terlalu banyak? Moviegoers yang berpikiran dangkal mungkin hanya akan berpikir go with the flow sesuai agenda politis para filmmaker-nya, tetapi mereka yang lebih kritis akan sadar bahwa logika dalam film ini sebenarnya tidak masuk akal… sedikit Spoiler, para protagonis kita di dalam film ini akan melarikan diri ke Meksiko untuk mencari keamanan di sana.

But hello, how is that possible? Bukankah orang yang sama barusan bilang beberapa menit sebelumnya kalau mereka melarikan diri ke Amerika karena Meksiko keadaannya brutal tiap harinya? What made it so different with Amerika kalau begitu?

Tapi ah, mari kita tak terlalu banyak berpikir soal itu, sudah bukan rahasia franchise The Purge selalu berusaha menyerang kaum yang dianggap priviledged (tak peduli bilamana sebenarnya kaum priviledged itu mendapatkannya karena bekerja keras – bukan sekedar korupsi). Jadi mari kita nikmati film ini dari sisi hiburannya semata… dan dalam hal itu sebenarnya The Forever Purge cukup berhasil. Settingnya yang lebih ke rural area ketimbang metropolitan jelas memberi scenery yang berbeda untuk ditonton. Dan mengingat The Forever Purge terus terjadi hingga pagi dan siang hari, ini berarti sang filmmaker bisa menunjukkan sisi kreatifnya dengan setpiece-setpiece di siang hari.

Sekali lagi, The Forever Purge ditutup dengan sebuah kesempatan untuk melanjutkan serial ini lebih lanjut lagi. Saya penasaran mengenai bagaimana mereka akan melanjutkannya – tetapi saya berharap kalau franchise ini tak terlalu berat sebelah secara politis lagi di film-film berikutnya.

Score: 7.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: