Despicable Me 3 adalah seri keempat dari Despicable Me semenjak pertama kali dirilis di tahun 2010 lalu.

Empat film dalam tujuh tahun sepertinya membuat film ini terasa mulai membosankan, betul? Itu yang ada di benak saya sebelum menonton film ini. Maklum saja, Despicable Me 2 terasa tidak seapik film pertamanya sementara Minions masuk dalam salah satu film animasi yang paling saya benci.

Kalau dilihat dalam gambaran lebih besarnya Illumination tak pernah benar-benar berhasil membuat film animasi yang saya anggap timeless selain Despicable Me yang pertama. Ya, saya bukan termasuk penonton yang tergila-gila dengan Sing maupun The Secret Life of Pets yang mereka rilis tahun lalu. Tidak benci sih, tetapi tidak suka juga. Biasa-biasa saja.

Oleh karena itu harap dimaklumi bahwa saya masuk menonton film Despicable Me 3 dengan ekspektasi rendah.

Setelah absen di hampir sepanjang spin-off Minions (mengingat film itu bersifat sebagai prekuel dari Despicable Me), Gru kembali menjadi spotlight dalam film ini. Di sini Gru dan istrinya Lucy sudah menjadi agen Anti-Villain yang bertugas menangkap para penjahat. Seorang penjahat baru bernama Balthazar Bratt memiliki teknologi ulung yang membuat Gru dan Lucy kesusahan membekuknya. Kegagalan demi kegagalan Gru membuat keduanya dipecat dari agen tempat mereka bekerja. Lebih buruknya lagi para Minions merasa engga meladeni tuan yang ompong tak bertaji lagi. Ditinggal oleh para bawahannya dan tidak tahu bagaimana menafkahi keluarganya, Gru kemudian diundang oleh saudara kembar yang terpisah dari lahir dengannya: Dru.

oaoooo

Berbeda dengan Gru, Dru adalah seorang pengusaha yang super sukses dan kaya. Lucy dan anak-anak Gru dengan cepat menyukai Dru yang sifatnya easygoing dan menyenangkan. Di luar dugaan, Dru sebenarnya ingin melanjutkan tradisi ayah keduanya untuk menjadi supervillain dan mengajak Gru kembali. Terjepit masalah kehidupan dan tertantang akan Balthazar yang tak pernah bisa ia tangkap saat ia bermain ‘bersih’ sebagai jagoan, apakah Gru akan kembali menjadi seorang supervillain? Lantas bagaimana kehidupan rumah tangganya dengan Lucy akan terpengaruh?

Apa yang membuat saya merasa Despicable Me 3 lebih baik daripada film keduanya (walaupun masih di bawa film pertamanya) adalah karena film ini memberi karakter-karakter di dalamnya (dan tidak hanya Gru) jalan cerita di dalamya. Film ini bisa dibilang memiliki tiga plot cerita. Yang pertama adalah plot cerita Gru dan Dru bonding sebagai saudara yang telah lama terpisah. Plot cerita kedua adalah Lucy yang mencoba untuk menjadi sosok ibu bagi anak-anak Gru. Dan plot cerita terakhir adalah tingkah laku konyol para Minions setelah meninggalkan Gru. Ketiga jalan cerita ini menyatu kembali secara brilian pada klimaks film, membuat ikatan keluarga yang dimiliki Gru menjadi lebih kuat.

Sekali lagi saya harus salut dengan upaya studio Illumination dalam budgeting film animasi mereka. Dengan biaya 75 Juta USD (setengah dari rata-rata budget film buatan studio animasi lain) mereka masih menghadirkan kualitas animasi dan jalan cerita yang bagus. Tidak heran bahwa film-film mereka terus mereguk untung di box office dan Despicable Me 3 melanjutkan tren tersebut… despicable indeed!

Score: B+

Leave a Reply