Game

Dragon Ball FighterZ

Ketika trailer dari Dragon Ball Fighter Z diluncurkan tahun 2017 lalu banyak gamer dan penggemar anime terperangah melihatnya. Inilah game Dragon Ball yang benar-benar mereka inginkan! Ada begitu banyak game Dragon Ball mulai dari fighting hingga RPG tetapi belum pernah – mereka beranggapan – ada satupun game fighting Dragon Ball yang benar-benar menghidupkan pertarungan ala anime dan manganya. Beberapa game SNES dan Sega Genesis dulu memang menjadi nostalgia yang sangat manis bagi gamer (siapa tidak ingat rahasia untuk mendapatkan karakter Brolly dulu?), tetapi sudah berapa tahun itu berlalu?

Harapan gamer semakin mencuat melihat developer di balik Dragon Ball Fighter Z adalah tim developer Arc System Works yang adalah tim developer di balik dua entri fighting terbaik: Guilty Gear dan BlazBlue. Penggemar game Persona pun tentunya tahu bahwa tim ini ada di balik dua game fighting Persona yang mendapatkan puji-pujian dari penggemar RPG tersebut: Persona 4 Arena dan Persona 4 Arena Ultimax. Dengan kata lain mereka adalah developer yang sudah sangat kenal caranya membuat game fighting berkualitas tanpa melupakan akarnya.

1
Are you ready for a brutal fight?

Mendekati hari H semakin banyak detail mengenai Dragon Ball Fighter Z yang membuat para pecinta Dragon Ball makin penasaran. Yang membuat game ini semakin naik hypenya adalah timingnya yang tepat dengan memanasnya story arc terakhir dari Dragon Ball Super: sebuah turnamen pertarungan antar universe. Tentu saja jalan cerita dari Dragon Ball Fighter Z tidak mengikuti Dragon Ball Super tetapi memiliki jalan cerita orisinilnya sendiri. Dalam cerita ini sebuah Android misterius bernama Android 21 mengancam dunia sehingga para jagoan Saiyan seperti Goku, Vegeta, dan Z Warrior lainnya harus bekerja sama dengan para villain macam Frieza dan Cell untuk menghentikannya. Satu hal yang kusayangkan dalam Story Mode game ini adalah AI yang begitu tolol sehingga membuat Story Mode ini terasa membosankan untuk dimainkan. Untung saja AI dalam Arcade Mode jauh lebih menantang untuk mengasah skill sebelum para gamer masuk dalam mode ‘sesungguhnya’ game ini: Online atau VS Mode.

Jalan cerita dalam Dragon Ball Fighter Z tidak bisa dikatakan menarik tetapi bolehlah untuk memberikan kesempatan bagi gamer mengenali sistem gameplay yang ada. Arc System Works tahu benar bahwa Dragon Ball Fighter Z akan menjadi game fighting terlaris mereka (karena nama besar Dragon Ball) sehingga dengan cerdas mereka mengimplementasikan special move yang sederhana. Hilang sudah opsi memasukkan kombo belasan tombol untuk menciptakan sebuah damage besar-besaran kepada musuh digantikan dengan gerakan-gerakan fighting sederhana seperti seperempat lingkaran ke depan maupun seperempat lingkaran ke belakang.

2
Heroes vs Villains

Memudahkan cara memainkan game ini bukan berarti Arc System Works membuat game ini menjadi mudah. Sistem pertarungan tiga lawan tiga dalam game ini – dengan fleksibilitas mengganti petarung sekena hati di tengah pertarungan – ditambah dengan banyaknya special move yang dimiliki tiap karakter membuat game ini menyenangkan untuk dipelajari dan dikuasai. Gerakan dari Cell misalnya akan berbeda sekali dengan Kuririn, membuat setiap gamer akan memiliki petarung favorit mereka. Tentu saja membuat game ini balance ke tingkat turnamen masih terbilang sulit (beberapa gamer profesional sudah menemukan kombinasi tim terkuat yang bisa dipakai untuk menang), tetapi toh itulah gunanya tweak dalam update-update mendatang.

Pun memastikan supaya game ini akan tetap fresh dimainkan paling tidak hingga setahun sampai dua tahun mendatang, Arc System Works sudah mempersiapkan karakter-karakter baru untuk paket DLC. Brolly yang adalah favorit para fans sudah masuk dalam line-up ini dan saya cukup yakin bahwa Jiren yang menjadi highlight dalam turnamen Dragon Ball Super akan masuk dalam paket-paket DLC mendatang. Setelah belasan tahun menantikan game fighting mumpuni dalam dunia Dragon Ball (untuk era konsol modern), menyenangkan sekali melihat mimpi itu pada akhirnya terpenuhi. KA… ME… KAAAA… ME….. HAAAAA!

3
Revenge is Sweet

Score: 8.0

Semenjak muda Dennis sudah jatuh cinta dengan manga dan anime Dragon Ball. Sayang sekali koleksi kartu Power Level-nya sudah hilang, padahal ia yakin itu bisa dijual dengan harga selangit di masa sekarang pada kolektor memorabilia.

Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s