1. Ready Player One

ready-player-one (1)
Salah satu tontonan paling seru untuk geek tahun ini. Banyak sekali throwback ke era 1980an yang digarap oleh Steven Spielberg. Beberapa orang mungkin mengatakan kalau film ini hanya sekedar mengandalkan unsur nostalgia saja, but it’s not. It really is a fun movie celebrating the geek culture.

Best Scene
: I choose you… GUNDAM!
Score: B+

2. Black Panther

222
Marvel melakukannya lagi. Black Panther adalah sensasi box office terbesar 2018. Ia memecahkan berbagai rekor di Box Office Amerika dengan menjadi film superhero terbesar sepanjang masa – sebuah rekor yang belum tentu bisa diungguli franchise The Avengers sekalipun. Dan lebih dari itu, ia memang sebuah film Marvel yang kompeten. Terbaik? Itu relatif – bagi saya tidak. Tapi saya paham benar kenapa hampir semua orang menyukai film ini. It is more than just a great movie – it is a cultural phenomenon.

Best Scene
: WAKANDA FOREVER!
Score: B+

3. Rampage
Untuk sebuah film adaptasi video game, Rampage tidak buruk. Dengan pesona The Rock, film ini menjadi guilty pleasure yang menyenangkan. Efek CGI nya pun cukup memukau dengan pukul-pukulan para monster yang seru dan hancur-hancuran kota yang habis-habisan. Tambahannya ada beberapa pesan moral yang terselip di dalamnya. Solid.

Best Scene
: Kong vs Crocodile
Score: B

4. Pacific Rim: Uprising
Apa jadinya kalau kamu mengambil semua yang seru dalam film pertama Pacific Rim dan menyisakan hal yang cupu di dalamnya? Hasilnya adalah Pacific Rim: Uprising. Ide pertarungan antara Kaiju dengan Jaeger sebenarnya masih punya potensi untuk digali lebih lanjut tetapi eksekusinya sangat buruk dan mengecewakan – membuat saya tak lagi mengharapkan franchise ini dilanjutkan.

Best Scene: None
Score: C-

5. Tomb Raider

333
Enter a caption


Versi reboot dari Tomb Raider ini adalah update dari adaptasi video game tahun 2001 lalu. Kali ini peran Lara Croft dipegang oleh Alicia Vikander dan mengikuti jalan cerita reboot video game 2013. Secara keseluruhan film ini termasuk memuaskan untuk kategori adaptasi video game – tapi tidak terbilang bagus-bagus amat. Solid time waster.

Best Scene: A survivor is born
Score: B

6. A Quiet Place
Film kecil yang luar biasa. Jarang sekali sebuah film mengajak seluruh penonton di bioskop terdiam mengikuti suspense yang ada di dalamnya. Salut untuk sutradara debutan John Krasinski yang tak hanya menggarap kisah invasi alien yang bagus tetapi juga drama keluarga yang apik di dalamnya. Layak tonton.

Best Scene: I love you. I have always loved you.
Score: B+

2 Comments

  1. Karena mayoritas MCU kualitasnya di atas rata2 umumnya film blockbuster (mungkin Thor, Iron Man 2, dan Hulk – memang kurang, sih; tapi tak jelek2 banget), saya bingung untuk memasukan BP ke salah satu film terbaik MCU. Tapi bisa saya bilang BP jauh di atas film superhero keluaran WB/FOX… yang kebanyakan ‘been there, done that.’

    Untuk 5 MCU terbaik saya beri pada:

    1. Ant-Man
    Secara teknis mungkin gak bagus2 banget, ya, tapi endingnya yang overwhelming… left me speechless. Wow. Wow. Wow. Hanya karena ending film ini yang meng-overcome kebiasa-biasaan saja film ini menjadi luar biasa.

    2. Civil War
    Nonton ini seperti film yang penuh dengan tensi dari awal pembukaan hingga akhir credit… tidak hanya action yang memuaskan, tapi dibalik itu, tiap karakternya digambarkan benar2 dalam terhadap pendirian yang mereka masing2 percayai. Surat dari Cap ke Tony merangkum semua perkelahian yang terjadi. Nice.

    3. Infinity War
    Film ini bercerita tentang kerja keras dan hasil. Salah satu quotes yang saya pegang ke pada diri saya dalam hidup yang saya jalani itu dari teman saya yg berhasil menjadi juara se-Asia di kompetisis cerdas cermat (fakta universitas terbaik di Indonesi, bahkan se-asia, kalah dengan seorang mahasiswa swasta Trisakti berakriditas B. tampak tidak mungkin, kan?), yaitu: “ada perbedaan antara tertarik dan komitmen. tertarik adalah saat kita melakukan hal di saat semuanya mudah, tetapi komitmen kita tidak peduli segalanya apa itu inconvenient, atau harus ada yang dikorbankan, yang penting hanya satu, hasil.” That was just Thanos, right. Tidak hanya itu, tiap karakter digambarkan kerja kerasnya masing2 untuk mengalahkan Thanos, tapi hanya Thanos yang mau berkorban lebih.

    4. Guardians of the Galaxy vol. 2

    5. Spider-Man: Homecoming
    Apa yang membuat Spider-Man special adalah dia yang relateable dengan kita semua; digambarkan dengan masalah hidup personal yang mengikutinya seiring dengan keinginan hati dia bagaimana ia menjadi seorang yang juga harus menjadi pahlawan dibalik topeng . Maka itu saya kurang menyukai Spider-Man yg Amazing 1 maupun 2. Hanya Homecoming dan Spider-Man 2 yang benar2 menyentuhku, karena hanya dua itu yang benar2 menggambarkan apa yang saya harapkan dari film Spider-Man; kegigihanya, apa yang ia ingin gapai, masalah kekasih atau keluarga—dan juga tanggung jawab dia sebagai pelajar.

Leave a Reply