Setelah kesuksesan besar dari trilogi The Mortal Instruments pembaca karya Cassandra Clare bertanya-tanya apa selanjutnya? Rupanya sang penulis sudah menyiapkan sebuah proyek ambisius bagi pembacanya. Tidak hanya ia sudah mempersiapkan trilogi kedua bagi The Mortal Instruments, ia juga menulis trilogi prekuel The Mortal Instruments yang berjudul The Infernal Devices. Penerbitan antara trilogi The Infernal Devices dan trilogi kedua The Mortal Instruments dilakukan silih bergantian sehingga membaca kedua seri ini (sesuai jadwal terbitnya) akan lebih merealisasikan dunia Shadowhunters yang telah dibangun selama ini oleh Clare.

Berbeda dengan The Mortal Instruments yang mengambil setting di era modern, The Infernal Devices mengambil setting pada akhir abad 19: sebuah era romantis dalam sejarah literatur yang kerap disebut sebagai era Victorian England. Sebuah era di mana karakter fiksional semacam Sherlock Holmes dan Jack the Ripper hidup. Setting yang cukup sempurna untuk kisah para Shadowhunters. Lebih mudah membayangkan mereka beroperasi di balik kota London yang selalu tersapu bergantian oleh kabut tipis dan asap industri dan di tengah remang-remang lampu gas ketimbang beroperasi di masa modern ala The Mortal Instruments. Apabila dalam prekuel kita mengikuti sosok Clary yang masuk ke dalam dunia Shadowhunters, kali ini sang tokoh utama adalah gadis bernama Tessa Gray yang datang ke London karena undangan sang kakak memulai kehidupan baru: Nathan Gray.

images (4)
Cover

Sama halnya seperti di kota New York, London pun dipenuhi dengan kaum Downworlder bercampur dengan Shadowhunters. Baru datang saja Tessa sudah disandera oleh dua Dark Sisters yang memaksanya menggunakan kemampuannya. Apakah Tessa seorang Shadowhunters sepertinya Clary? Tidak. Tessa memiliki sebuah kekuatan yang tak pernah ada pada karakter lain di dalam serial The Mortal Instruments sebelumnya: ia memiliki kekuatan untuk berubah wujud. Hanya dengan memegang sebuah barang milik orang / makhluk tertentu maka Tessa bisa berubah menjadi sosok tersebut – bahkan mengambil kekuatan dari sosok yang ia tiru tersebut. Bak seorang bunglon, kekuatan Tessa membuatnya diincar kaum kegelapan, seorang sosok bernama The Magistrate. Beruntung sebelum Tessa bertemu dengannya ia keburu diselamatkan oleh kaum Shadowhunters di kota tersebut.

Semenjak dibawa ke tempat Akademi Shadowhunters di London tersebut Tessa memulai persahabatannya dengan dua orang Shadowhunters muda yang berbeda kepribadian; yang satu adalah Will Herondale, seorang Shadowhunter yang berangasan, bermulut tajam dan suka bertindak seenaknya sendiri sementara yang satunya adalah James Carstairs yang dipanggil Jem dan bersifat sangat santun dan gentleman. Apakah ini awal dari cinta segitiga, ehem ehem? Bisakah ketiganya menemukan identitas sesungguhnya The Magistrate itu dan apa rencana jahat yang ia siapkan bagi kota London?

The Infernal Devices langsung membedakan dirinya dengan The Mortal Instruments karena settingnya di Inggris abad pertengahan. Setting ini tak hanya sekedar mengubah sarana transportasi dari mobil menjadi kereta berkuda maupun telepon genggam menjadi surat biasa. Inggris di abad pertengahan memiliki tata cara kehidupan dan adat yang jauh berbeda dari dunia yang dihuni oleh Jace, Clary, maupun Simon di jaman now. Perubahan ini terlihat dari bagaimana Tessa bersikap di hadapan Will maupun Jem, pola pikir internal Tessa sampai bagaimana sikap Will dengan beberapa bawahan / pelayannya. Pun begitu masih ada unsur-unsur familier bagi mereka yang membaca The Mortal Instruments karena senjata-senjata yang dipakai oleh Will dan kawan-kawannya tak banyak berbeda dengan senjata yang dipakai oleh para Shadowhunters di era modern.

images (6)
The First Book

Bagi mereka yang membaca Clockwork Angel tanpa membaca The Mortal Instruments sebelumnya… jangan takut. Clare menulis novel ini sebagai sebuah seri yang berdiri terpisah dan hanya kebetulan ada di dunia yang sama. Pun begitu bagi kalian yang membaca trilogi pertama The Mortal Instruments akan mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh. Silsilah keluarga Herondale misalnya lebih diperjelas di sini melalui Will sementara gadget Sonar yang dipakai oleh kebanyakan Shadowhunters modern rupa-rupanya pada awalnya mulai diriset pada jaman ini. Bagaimana dengan mereka yang tidak membaca The Mortal Instruments? Membaca langsung Clockwork Angel mungkin akan sedikit membingungkan pada awalnya, karena Clare tidak banyak melakukan rekap pada dunia yang sudah terbangun di sini, tapi lama-lama melalui penuturan yang ada kalian akan menangkap kenapa kaum Nephilim tak menyukai kaum Downworld sampai siapa-siapa saja itu kaum Downworld.

images (5)
Another Cover

Sebagai sebuah serial baru saya lumayan menyukai Clockwork Angel. Karakter-karakter yang diperkenalkan oleh Clare dalam novel baru ini mayoritas simpatik dan ada nuansa dysfunctional family yang walaupun tak pernah saling mengutarakan perasaannya sesungguhnya saling menyayangi satu sama lain. Dengan beberapa misteri yang belum tersingkap di penghujung buku pertama, rasanya pembaca dibuat geregetan untuk mengikuti sekuelnya. Welcome back to the world of Shadowhunters!

Score: 8.5

Leave a Reply