Skip to content

Factfulness

Buku ini memiliki judul lengkap yang cukup panjang. Seberapa panjang?

Factfulness: Ten Reasons We’re Wrong About the World – and Why Things Are Better Than You Think.

Cukup panjang sekali ya?

Kembali pada isi buku ini, ia ditulis oleh seorang dari Swedia bernama Hans Rosling, dengan bantuan istri dan anaknya: Ola serta Anna Rosling. Yang membuat buku ini menarik di mataku adalah ide yang ia kedepankan: bahwa dunia pada saat ini jauh lebih baik daripada yang kalian sangka (atau dari yang digembar-gemborkan oleh media). Kenapa bisa begitu?

Rata-rata pendapat yang dikemukakan oleh Hans dari buku ini dia dapatkan melalui fakta-fakta yang ia kumpulkan secara detail dari lembaga-lembaga dunia seperti WHO, PBB, dan sebagainya. Dari sanalah Hans bisa melihat – dan kemudian menyimpulkan – bahwa keadaan dunia secara keseluruhan saat ini jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Kalau kita berpikir betapa sedihnya kehidupan orang yang melarat, itu dikarenakan kita (selaku pembaca buku ini) rata-rata sudah hidup di kehidupan strata empat (dari empat strata, kita duduk di strata tertinggi) sehingga pandangan kita terdistorsi menyamaratakan mereka yang duduk di strata satu hingga tiga.

Buku ini kemudian menegaskan kembali bahwa ia tidak bermaksud mengatakan bahwa itu berarti dunia saat ini sudah sempurna. Sebaliknya, Hans Rosling berargumen bahwa dunia ini justru masih jauh dari visi sempurna yang kita harapkan, dan karena itu perbaikan selanjutnya masih terus dibutuhkan.

Sejujurnya, ide yang dikemukakan Hans Rosling di buku ini sebelumnya sudah pernah saya baca dalam sebuah artikel di Newsweek atau Time, saya agak lupa mana, dan telah saya baca hampir sepuluh tahun yang lalu. Saya ingat pada saat ini point of view saya akan dunia juga sangat negatif di mana kekuatan ISIS tengah mencapai puncaknya, menyebar teror di mana-mana melalui serangan gerilya mereka. It was a scary time. Membaca artikel dari Rosling membuat saya kemudian bisa melihat dunia as it really is. Bahwa dunia saat saya hidup saat ini tengah menjalani periode paling damai – terlepas dari beberapa perang lokal yang terjadi di beberapa lokasi tertentu.

Hampir sedekade berlalu semenjak saya membaca artikel itu dan mudah untuk kembali merasa bahwa dunia kembali menjadi sebuah tempat yang mengerikan. Di mana saat ini ada gesekan besar antara sayap kanan dan sayap kiri, antara kadrun dengan cebong, dunia di mana Kutub Selatan terus menerus mencair, dan sebuah dunia yang tengah diselimuti pandemik selama setahun lebih. Singkat kata: it’s easy to think that the world is at its worst now. Tetapi apabila kita melihat balik dan berkaca kepada fakta, terlihat bahwa apa yang terjadi di dunia saat ini jauh dari terburuk yang pernah dialaminya. Factfulness mengingatkan kembali kepadaku untuk melihat dunia dari garis besar-nya. Dari sisi makro – ketimbang mikronya semata.

Mungkin membaca Factfulness sudah tak semengejutkan itu lagi buatku dikarenakan saya adalah seorang yang hidup di Indonesia sehingga kehidupan di Strata satu sampai tiga terlihat jauh lebih dekat di mataku ketimbang orang lainnya. Tambahan lagi, sebelum Pandemik terjadi saya adalah seorang Backpacker yang kerap berpetualang ke sana-sini. Dalam perjalanan saya ke Flores dan El Nido, dua lokasi yang cukup pedalaman di negara Asia Tenggara, saya bisa melihat bahwa keadaan di tempat tersebut sudah jauh lebih baik ketimbang yang sebelumnya saya sangka. The world is definitely getting better.

Apabila kalian belum pernah membaca buku dan konsep Factfulness, saya menyarankan kalian untuk membacanya. Ini adalah sebuah buku yang sangat menyenangkan untuk dibaca – dan membuka wawasan. Terlepas dari beberapa penulisan Hans yang sedikit menohok (terus menerus membandingkan pembaca dengan ‘Monyet’), saya percaya bahwa setiap orang perlu membaca Factfulness untuk mendapatkan sudut pandang yang positif dalam menjalani kehidupan. This is not a book of despair – this is a book of… hope.

Score: 8.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: