Skip to content

Red Rising

Di tahun 2014, Pierce Brown menerbitkan sebuah buku berjudul Red Rising. Sosoknya bisa dibilang cukup jarang ditemui di dunia novel Young Adult. Coba pikirkan kembali buku-buku Young Adult yang ada dan para penulisnya. Suzanne Collins (The Hunger Games), Veronica Roth (Divergent), Marie Lu (Legend), Sarah J. Maas (Throne of Glass), sampai Cassandra Clare (The Mortal Instruments) dan Leigh Bardugo (Shadow and Bone). Hampir semua penulis dari genre Young Adult adalah wanita, dengan karakter utama wanita juga. Ini yang membuat Red Rising – bagi saya – unik. Karakter utamanya pria dan ia juga ditulis oleh kaum adam. Apakah itu akan membuat Red Rising berbeda dengan karya-karya Young Adult lain yang saya baca?

Red Rising dari Pierce Brown ini mengambil setting di planet Mars, tepatnya jauh di dalam planet Mars. Di sini sekelompok orang yang masuk dalam kasta warna Merah (Red) bekerja setiap hari selama puluhan – bahkan mungkin ratusan tahun, untuk mengambil gas Helium-3. Tujuan dari gas Helium-3 ini adalah untuk melakukan Terraforming dari planet Mars (bagi kalian yang kerap membaca review dalam situsku ini sepertinya bakalan sadar bahwa kata Terraforming ini kerap sekali saya pakai). Tujuannya adalah membuat planet Mars bisa ditinggali oleh manusia. Darrow adalah salah satu dari penambang gas Helium-3 ini.

Hidup Darrow tadinya sederhana, menambang setiap hari, syukur-syukur bisa bertahan hidup di lingkungan bawah tanah Mars yang brutal, dan semakin banyak Helium-3 yang bisa ia dapatkan, selangkah lebih dekat umat manusia bisa menjadikan Mars sebagai planet habitat mereka setelah Bumi semakin toxic. Tetapi hidup Darrow menjadi berantakan ketika Eo, istrinya, melakukan pemberontakan terhadap sistem kasta di Mars. Eo, yang menyanyikan lagu pemberontakan dihukum mati oleh pemerintahan kaum Gold (kasta tertinggi umat manusia). Ini membuat hidup Darrow berantakan.

Di tengah upayanya untuk bunuh diri dengan ikut memberontak pada sistem kasta Mars, Darrow justru menemukan dirinya direkrut oleh Sons of Ares, grup teroris yang kerap menganggu pemerintahan. Dan mata Darrow dibukakan akan penipuan luar biasa. Ternyata Darrow dan kaum Merah selama ini ditipu. Mars sudah bisa ditinggali oleh manusia dan kaum warna lain yang merupakan kasta di atas Merah (praktis semua spektrum warna lainnya sampai Perunggu, Perak, dan Emas) telah menjadi kuasa dominan di jagad raya. Sons of Ares hendak mengubah Darrow yang awalnya dari kasta Merah menjadi kasta Emas, untuk mengubah dan merevolusi sistem Manusia dari dalam kasta tertingginya. Bisakah Darrow melakukannya?

Red Rising adalah kisah Young Adult paling padat yang saya baca belakangan ini. Pierce Brown terus menggeber kejutan demi kejutan di setiap halamannya. Setiap kali saya menyangka pacing cerita akan dilambatkan, Pierce Brown justru tancap gas makin kencang lagi. Terkadang ini membuat saya agak overwhelmed dengan banyaknya detail yang saya baca di dalam satu novel ini. Tapi di sisi lain, itu membuat saya mengangkat jempol melihat betapa Pierce Brown sudah memasak dengan matang jagad raya dan universe di dalam bukunya.

Akan tetapi apa yang membuat buku ini tetap menarik dibaca adalah perjuangan seorang Darrow di dalam buku ini. Mungkin karena saya sudah kerap membaca kisah Young Adult dari sisi protagonis utama seorang wanita (dan biasanya kerap diperebutkan oleh dua laki-laki), membaca kisah Darrow yang dihantui oleh perasaan bersalah dan kesedihan yang mendalam kehilangan Istrinya Eo, memberi nuansa yang berbeda di dalamnya. Ada sebuah hint melankoli dan kesedihan dalam pikiran Darrow dan sebagai pembaca yang juga seorang pria, saya bisa memahami kesedihan Darrow itu.

Buku ini juga menjadi sebuah alegori tentang sistem kasta dan ketidakadilan sosial yang terjadi di dunia manusia saat ini. Sulit untuk tak membayangkan kasta merah sebagai kaum kulit hitam di abad revolusi Amerika dulu, di mana mereka adalah para Budak yang mati-matian membangun Amerika, hanya untuk melihat negara Amerika kemudian dikuasai oleh kaum kulit putih (yang direpresentasikan dengan kaum Emas). Pierce Brown juga mendapatkan inspirasi dari buku klasik Dune, di mana penambangan gas Helium-3 di dalam buku ini mengingatkan saya dengan Spice, salah satu barang paling berharga di dalam universe Dune.

Kalian yang suka dengan kisah dystopian bercampur sci-fi, sangat saya rekomendasikan untuk membaca Red Rising. Ini tidak akan menjadi bacaan ringan bak kisah-kisah Young Adult yang saya baca lainnya, but believe me that if you push through, you’ll find yourself rewarded by it at the end.

Score: 8.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: