Skip to content

Champion

(Review ini akan mengandung Spoiler bagi buku Legend dan Prodigy)

Trilogi kisah Legend dari Marie Lu memasuki babak akhir dalam buku Champion. Di akhir buku Prodigy, Day dan June berada di posisi yang sangat berbeda. Apabila di dalam buku Prodigy mereka adalah kriminal yang dikejar oleh ROA, dalam buku terakhir ini mereka justru menjadi agen dari ROA.

Di penghujung buku kedua, Day memberikan dukungannya kepada Prime Elector baru: Anden, dukungan dari Day ini membantu Anden untuk memperkuat posisi-nya sebagai Prime Elector dari ROA yang baru. ROA memberikan terima kasihnya kepada Day, membiarkan dirinya dan sang adik bebas, sementara June sendiri menjadi Asisten dari Anden, bersiap memasuki dunia politik untuk mengubah ROA menjadi sebuah negara yang lebih baik lagi.

Tetapi, bak twist di sinetron Korea Day mendapati dirinya terkena penyakit mematikan yang membuat ia hanya bisa hidup selama sebentar saja. Tak ingin menyakiti hati June, Day memutuskan untuk putus dengan sang kekasih.

Di awal buku ketiga, konflik kali ini tak lagi berasal dari internal ROA melainkan invasi dari Colonies of America – negara yang dulunya adalah Amerika bagian Timur. Invasi yang mendadak ini dikarenakan Colonies of America menganggap bahwa ROA terlebih dahulu melakukan penyerangan dengan sebuah senjata Virus Biologis (sesuatu yang sudah digarap dari Legend dan Prodigy). June dan Day harus mengatasi masalah ini dengan dua cara yang berbeda.

Mengingat June sekarang adalah Asisten dari Prime Elector yang baru, ia harus turut dengan Anden bernegosiasi dengan negara-negara lain, melobi dukungan supaya serangan invasi Colonies of America dan sekutu-sekutunya dihentikan. Di sisi lain, Day harus berpikir keras mengenai nasib adiknya: Eden. Ini dikarenakan senjata Virus Biologis yang digunakan oleh ROA hanya bisa ditangkal dengan antibodi dalam badan Eden. Tegakah Day menyerahkan adiknya lagi-lagi dijadikan bahan eksperimen oleh ROA?

Sekali lagi tulisan Champion dari Marie Lu ini enteng untuk dibaca. Ini membuat keseluruhan novel ini menjadi sebuah Page Turner yang ringan dari awal hingga akhir. Dasar World Building yang sudah jelas dari dua buku pertama membuat kisah berkelanjutan di sini, seperti invasi dari Colonies of America yang dibantu sekutunya di benua Afrika, tak terasa mengejutkan. Marie Lu juga memutar balikkan peta kekuatan dunia di dalam buku ini. Afrika yang biasanya adalah benua budak dan biasa dikendalikan oleh negara-negara imperialis sekarang berbalik membantu negara pecahan Amerika menyerang pecahan Amerika lainnya.

Karma bagi Amerika yang dulu turut campur dalam perang Korea maupun Vietnam, mungkin itu yang ada di benak Marie Lu ketika menulis kisah ini.

Di sisi lain, ada sebuah detour juga ke Antartika yang sebenarnya tak terasa perlu untuk ditulis… sampai saya menyadari ketika setelah trilogi ini tamat ternyata Marie Lu sudah menyiapkan sebuah buku keempat dengan judul Rebel. Mungkinkah Marie Lu memang sudah memberikan groundwork bagi Rebel melalui buku ini dengan kisah di Antartika itu?

Sekali lagi karakter paling favorit bagi saya di buku ini bukanlah Day maupun June, melainkan Anden, sang Primo Elector yang baru. Sosoknya di sini semakin matang dan menunjukkan kepiawaiannya untuk berpolitik. Walaupun narasi dalam buku ini terus menunjukkan (dan menuliskan) pertentangan konflik dalam diri Day dan June, justru konflik dalam diri Anden (yang hanya diungkapkan secara tersirat) yang terasa paling mengena dan realistis. The Burden of a Leader sungguh adalah sebuah beban yang jauh berbeda dari beban sosok yang hanya pengikut dan pion.

Pada akhirnya kalau kalian suka dengan Legend dan Prodigy, Champion menutup trilogi ini dengan baik. Yah, satu-satunya poin minus yang harus saya sampaikan terletak pada bagian Ending menuju ke Epilog yang… how to say this, terlihat sangat sinetron Korea sekali – in a bad way. Secara ironis, saya justru merasa kisah drama antara Day dan June terasa lebih membosankan ketimbang segala kemelut politik yang terjadi di sekeliling mereka. Well, at least karakter Tess ditulis dan diredeem sedikit lebih baik di dalam novel ini ketimbang sebelumnya!

Score: 8.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: