Series

Stranger Things: The Complete Season One

Kalau kalian suka dengan film-film bercitra Steven Spielberg yang rilis di tahun 1980an, kalian akan suka dengan Stranger Things. Tahu bukan film-film seperti itu? E.T., The Goonies, The Neverending Story, ya film-film yang kaya dengan nuansa fantasi dan sci-fi. Stranger Things menyentuh nilai nostalgia itu melalui serial ini dan itu adalah sesuatu yang sangat menyegarkan di tengah gempuran film-film aksi dan superhero yang kaya CGI di era modern. Terakhir menonton film yang kaya nilai nostalgia ini adalah Super 8 yang disutradarai oleh J.J. Abrams – dan itu sudah LIMA tahun bila dirunut sampai dirunut jaraknya sampai pada rilisnya Stranger Things.

Lokasi serial ini adalah Hawkins sebuah kota kecil fiktif di Indiana. Empat anak sahabat karib: Will, Dustin, Lucas, dan Mike sering bermain Dungeons and Dragons bersama-sama tanpa tahu bahwa sebuah tragedi besar tengah mengancam kota tersebut. Kota Hawkins terletak di dekat sebuah instalasi rahasia pemerintah yang tengah mengadakan sebuah riset misterius. Di awal serial ini kita melihat bahwa suatu makhluk – yang tak terlihat – muncul dan menyerang ilmuwan yang bekerja di sana. Tragis bagi Will, saat ia sedang pulang ke rumahnya setelah bermain di rumah Mike, ia pun diserang oleh makhluk yang sama – dan hilang.

Hilangnya Mike memantik panik keluarganya, ibunya Joyce dan kakaknya Jonathan. Keduanya memohon kepada Sheriff kota Hawkins, Hopper, untuk mencari Will. Sementara para orang tua melakukan pencarian, trio Mike – Dustin – Lucas juga melakukan penelitian dan pencarian dengan cara mereka sendiri. Pencarian ketiganya membawa mereka bertemu dengan seorang gadis misterius yang bernama “Eleven“. Gadis misterius ini perlahan tapi pasti masuk ke dalam grup Mike – Dustin – Lucas. Apa hubungannya Eleven dengan hilangnya sosok Will? Penelitian apa yang dilakukan oleh instansi pemerintah di tempat itu – dan apa efeknya bagi Hawkins?

Apa yang membuat Stranger Things film yang berhasil adalah karena serial yang diciptakan oleh Duffer Brothers ini tidak sekedar meniru film-film yang menjadi inspirasi mereka semata, tetapi lebih ke memberikan homage kepada film-film tersebut sekaligus membuat kisah mereka sendiri. Betul Steven Spielberg adalah pengaruh terkuat bagi serial ini tetapi ia bukan satu-satunya pengaruh. Ada nuansa film-film Stephen King dan John Carpenter yang kuat juga pada serial ini. Dentuman lagu 80s sampai soundtrack elektronik khas 80an juga dominan hadir di tiap-tiap episode sehingga atmosfir film terus terjaga.

st1

Setting, soundtrack, dan cerita yang bagus tidak akan berguna apabila aktor artis serial ini tidak bermain dengan baik – jadi selamat untuk divisi casting Stranger Things yang mampu mencari aktor-artis cilik berbakat untuk mengisi karakter di film ini. Mike, Dustin, Lucas, Will, sampai Eleven semua tergolong aktor-aktor baru yang tampil natural di layar kaca. Begitu juga untuk aktor-aktor remaja dan dewasa di serial ini. Di luar para golongan bully, kebanyakan dari mereka tampil sebagai sosok yang kompleks dan tidak membosankan. Hebatnya lagi di luar Winona Ryder semuanya tidak pernah terlibat dalam film berproyek besar. Saya terutama terkejut dengan David Harbour yang tampil badass sebagai Sheriff Hopper. Apabila Winona Ryder memiliki penampilan paling ekspresif sebagai sang ibu yang kebingungan dengan hilangnya anaknya, David Harbour adalah karakter yang memiliki banyak lapisan. Pertamanya tampil bak seorang sheriff yang tak bisa diandalkan, kita perlahan tapi pasti dibawa bersimpati dengan sosoknya yang memiliki masa lalu tragis.

Saya tidak heran (pun intended) bila Stranger Things menjadi salah satu serial paling populer tahun lalu di Amerika. Dengan gabungan nostalgia era 1980an, musik / lagu yang keren, akting yang bagus baik dari deretan aktor anak-anak maupun dewasa, sampai jalan cerita yang misterius tapi terus memancang atensi hingga selesai, season pertama dari Stranger Things begitu dicintai oleh massa!

Score: 9.5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s