Sejarah tercipta ketika di tahun 1992 dulu seorang pengusaha bernama Haim Saban melihat serial tokusatsu Super Sentai di Jepang berjudul Zyuranger. Ia kemudian tertarik mengadaptasi serial Zyuranger tetapi mengubahnya supaya lebih cocok dengan kebudayaan Amerika. Lahirlah sosok Jason, Zack, Billy, Trini, dan Kimberly, sebagai lima remaja pemeran Mighty Morphin’ Power Rangers.

Konsep Power Rangers meledak dan menjadi sangat sukses di seluruh dunia selama beberapa tahun lamanya. Puncak popularitas itu tiba di season kedua dan ketiga di mana Power Rangers kedatangan sang ranger keenam: Ranger Hijau Tommy Oliver yang sekaligus merupakan wajah paling ikonik dalam serial ini. Saya masih ingat bahwa di puncak popularitas serial ini Power Rangers bahkan memiliki film layar lebar di tahun 1995 dengan lawan Ivan Ooze (dan saya yang masih SD menontonnya dengan semangat 45).

Sekarang flash forward hampir 20 tahun nanti dan kentara sekali Power Rangers sudah kehilangan banyak pengikutnya. Betul bahwa kebanyakan orang masih tahu lagu “Go, Go Power Rangers” dan mengenal nama Alpha ataupun Zordon, tetapi serial ini secara keseluruhan sudah dianggap lewat dari era emasnya. Haim Saban ingin mengubah anggapan itu dan bekerja sama dengan studio Lionsgate menggarap film layar lebar yang bersifat sebagai reboot bagi universe Power Rangers.

Sekali lagi lima remaja yang bermasalah: Jason, Zack, Billy, Trini, dan Kimberly secara kebetulan menemukan Power Coin yang memberi mereka kekuatan super untuk bermetamoforsis menjadi pahlawan kebenaran Power Rangers. Para Power Rangers sendiri semenjak dulu adalah pelindung galaksi yang berusaha menghentikan kejahatan. Sungguh sayang bahwa salah satu dari Power Rangers bernama Rita Repulsa kemudian haus akan kekuatan dan mengkhianati Power Rangers lainnya. Di saat harapan hampir musnah, sang Red Ranger Zordon mengorbankan dirinya untuk menghentikan Rita Repulsa.

Puluhan juta tahun kemudian sekarang Rita Repulsa akan bangkit kembali dan kelima remaja yang tak punya kesamaan background sama sekali (selain sama-sama terkucil dan outsider dari komunitas mereka) harus bekerja sama untuk menghentikan Rita. Bisakah mereka melakukannya?

Tahun 2017 adalah era yang sangat berbeda dengan era 1993 dulu. Dulu tidak ada orang yang peduli dengan political correctness. Apakah pernah sebagai anak kecil kalian berpikir karena Zack aktor kulit hitam dia menjadi ranger hitam sementara karena Trini seorang artis kulit ‘kuning’ dia menjadi ranger kuning membuat Power Rangers di jaman itu rasis? Tidak? Ya, saya juga tidak merasa begitu. Tetapi coba bayangkan kalau hal itu terjadi di jaman sekarang, bisa-bisa para SJW melakukan demo mengatakan Power Rangers reboot ini sangat rasis.

Jalan tengah pun diambil sekarang aktor Asian American Ludi Lin berperan sebagai Black Ranger sementara Becky G menjadi Yellow Ranger. Aman. Hampir sama dengan Spider-man Homecoming, film ini juga berusaha tampil dengan konsep diversitas sehingga selain Ranger Merah tidak ada Ranger yang diperankan aktor kulit putih lainnya di film ini.

Terlepas dari permasalahan castingnya, Power Rangers ini memiliki setup film yang cukup baik di sepertiga awal ketika penonton dibiarkan mengenali karakter-karakter ini sebelum mereka menemukan Power Coin mereka. Sayangnya setelah itu film ini seperti masih bertele-tele saja. Saya mulai merasa kebosanan menonton film ini ketika menonton latihan dari para remaja ini yang memakan waktu hampir setengah film. Chemistry antara kelima remaja ini tidak buruk – tetapi pada akhirnya kita merasa cukup itu cukup, we want to see some actions! Di era di mana banyak film superhero tak cukup menggali karakter superheronya, Power Rangers ironis memiliki masalah sebaliknya – ia kebanyakan waktu menggali karakter superhero dan minim aksi.

2222

Praktis aksi dalam film ini baru hadir di setengah jam terakhir dan… lagi-lagi sangat mengecewakan bagiku. Pertarungan para Power Rangers melawan bawahan-bawahan dari Rita Repulsa dalam hand-to-hand combat hanya berlangsung paling-paling lima sampai sepuluh menit dan koreografinya sangat – sangat buruk. Sepertinya Dean Israelite sebagai sutradara muda masih belum berpengalaman dalam membuat film action, coba belajar lagi! Bahkan film fanfic Youtube yang dibuat Adi Shankar di Youtube saja lebih brutal dan lebih bagus ketimbang film ini.

Setelah pertarungan singkat itu sekarang para Power Rangers memakai Zord (kendaraan dinosaurus) mereka untuk bertarung. Hasilnya? Tidak bagus-bagus amat. Untuk film dengan budget 100 Juta USD, film ini terasa kasar untuk efek CGI-nya. Melihat film ini seperti melihat versi sangat kasar dari Pacific Rim, sebuah film yang sudah berusia empat tahun dan jauh lebih banyak memakai efek CGI ketimbang film ini. Dengan kata lain, kelemahan tersebut tidak bisa dimaafkan.

Saya banyak berharap bahwa film Power Rangers ini bisa menjadi film yang memperkenalkan remaja-remaja Angel Grove ini untuk generasi baru. Tetapi sayangnya hal negatif dalam film ini jauh lebih banyak daripada hal positifnya. Secara teori film ini sudah benar dengan membawa Bryan Cranston sebagai Zordon dan Elizabeth Banks sebagai Rita Repulsa. Memakai John Gatins sebagai penulis naskah secara teori pun harusnya membuat film ini memiliki skenario yang apik. Sekali lagi apa yang secara teori sudah benar tak berarti prakteknya pun demikian. Pada akhirnya Power Rangers mungkin memang tak bisa mengikuti perkembangan jaman.

It’s DEMORPHIN’ time.

Score: C-

Leave a Reply