Ketika proyek The Fate of the Furious (atau Fast 8) diumumkan, banyak orang yang kesal dengan Vin Diesel dan kawan-kawan. Bukankah ending dari Furious 7 saat itu sudah sangat pas? Berakhir dengan lagu “See You Again” dari Charlie Puth dan Wiz Khalifa diiringi dengan berpisahnya sahabat lama Dom serta Brian dan ditutup dengan tulisan “For Paul“. Penonton menangis (termasuk saya). Ini akhir dari franchise mobil-mobilan bukan?

Ternyata tidak. Setelah kesuksesan Furious 7 menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa, Universal dan Vin Diesel memberi lampu hijau proyek sekuel kedelapan dari Fast and Furious. Judulnya adalah The Fate of the Furious dan kali ini sang musuh adalah Charlize Theron dengan identitas Cipher yang berhasil membawa Dom to the dark side. Kenapa Dom sampai tega mengkhianati teman-teman – bisa dibilang bukan hanya teman tetapi keluarganya demi Cipher?

Berubahnya status Dom dari seorang hero menjadi penjahat adalah sesuatu yang semua orang sudah tahu karena diumbar dalam trailer film ini. Pun karena sadar bahwa film ini tidak bisa lagi menangkap momentum kematian tragis Paul Walker, mereka membangun promosi film ini dengan cara yang berbeda. Apakah kebetulan The Rock Dwayne Johnson dan Vin Diesel mendadak saja bertengkar dalam syuting film ini? Saya tidak yakin. Ingat bagaimana Dolph Lundgren dan Van Damme bertengkar saat Universal Soldier ternyata semuanya hanya merupakan stunt publisitas semata?

22211

Kembali ke film The Fate of the Furious harus diakui bahwa film yang berganti-ganti posisi sutradara sejak seri keenamnya masih memiliki aksi kinetik yang seru dari awal hingga akhir. Film ini bagi saya juga merupakan tebusan bagi Jason Statham. Kok bisa? Ingatkah kalian bahwa penampilan Jason Statham di Furious 7 banyak tertutupi oleh kematian dari Paul Walker? Saya jelas merasakan hal itu. Statham tampil sebagai seorang musuh yang beringas bagi kubu Dom tetapi secara keseluruhan ia tak memiliki banyak latar belakang. Itu ditebus dalam film ini. Di antara semua karakter pendukung adalah Jason Statham alias Deckard Shaw yang memiliki waktu tayang paling banyak.

Apabila film ketujuh menghadirkan aksi menjatuhkan mobil dari pesawat terbang maka film kedelapan lagi-lagi meningkatkan aksi tersebut dengan menghadirkan kapal selam. Di era di mana semakin banyak orang menggunakan efek CG sangat menyegarkan melihat bagaimana The Fate of the Furious masih lebih mengandalkan efek stunt ketimbang sekedar green screen semata. Aksinya semakin over-the-top dan gila-gilaan, tetapi karena kita peduli pada karakter-karakter di film ini maka menontonnya tetap saja terasa mengasyikkan.

Intinya, apakah kamu suka dengan franchise The Fast of the Furious semenjak episode kelimanya? Kalau jawabannya adalah “Ya” maka The Fate of the Furious akan memuaskan nafsu kalian melihat para orang botak kebut-kebutan di layar lebar. Apabila jawaban kalian adalah “Tidak“… well, The Fate of the Furious takkan mengubah pendapat kalian akan film ini.

Score: B+

Leave a Reply