Ketika season pertama Sword Art Online muncul di tahun 2011 lalu, dunia anime gempar. Jutaan orang jatuh cinta dengan kisah dari Kirito, Asuna, dan merasa kisah para gamer yang terjebak dalam dunia online setelah memasukinya melalui Virtual Reality sebagai sesuatu yang realistis. Bisa dimaklumi rilisnya Sword Art Online memang pas. Kendati sudah pernah ada anime dengan tema serupa pernah diangkat via .Hack lebih dari satu dekade sebelumnya, Sword Art Online hadir di masa di mana konsep online gaming dan virtual reality adalah suatu hal yang mainstream di dunia bukan sesuatu konsep masa depan yang masih abstrak. Kendati banyak yang agak kecewa dengan story arc kedua Sword Art Online yang sedikit berbau incess (di ALFheim), secara keseluruhan season pertama Sword Art Online adalah sukses besar yang melahirkan fandom baru dunia anime.

Sama dengan Sword Art Online season pertama, season kedua dari Sword Art Online juga berfokus pada dua story arc utama dengan sempilan beberapa episode filler (diangkat dari story arc pendek) antara kedua story arc tersebut. Story arc yang ketiga dalam light novel-nya berjudul Phantom Bullet dan merupakan story arc pertama season kedua sementara Mother’s Rosario adalah story arc keempat light novel yang diadaptasi menjadi story arc kedua dari Sword Art Online II. Bagaimana dengan ceritanya?

images (6)
Jagoan anyar?

Phantom Bullet sekali menempatkan Kirito pada setting game online baru bernama Gun Gale Online yang fokus lebih banyak dalam tembak-tembakan. Ini berbeda dengan kedua game online yang dikuasai Kirito sebelumnya mengingat ia lebih tangguh dalam dunia medieval berbau pedang dan sihir. Bukan namanya Kirito, bagaimanapun juga, kalau ia tidak bisa beradaptasi dengan setting baru ini. Alih-alih menjadi jago menguasai pistol, Kirito di dalam game ini justru belajar memakai pedang – sebuah senjata yang tak menjadi pilihan banyak gamer – dan menjadi salah satu top player dalam game ini menggunakan senjata pedangnya! Di dalam game ini juga Kirito bertemu dengan karakter baru yang menjadi protagonis utama kedua story arc ini: Sinon. Dalam Gun Gale Online, ada seorang pembunuh gamer misterius bernama Death Gun. Yang aneh, siapapun orang yang terbunuh oleh Death Gun di dalam game ini akan mati juga secara permanen di dunia nyata. Ini membuat orang-orang bertanya siapa sebenarnya Death Gun dan kenapa tragedi semacam ini terulang kembali? Bisakah Kirito menyelesaikan misteri ini bernama Sinon?

images (5)
Rambut Kirito saingan dengan Thor?

Dalam story arc kedua secara mengejutkan anime ini (dan memang dari light novelnya) mengambil keputusan yang berani dengan mengalihkan protagonis utama cerita kepada Asuna. Asuna bisa dibilang tidak banyak memegang peranan dalam cerita SAO setelah story arc pertama. Dalam story arc kedua Asuna lebih banyak menghabiskan waktunya menjadi seorang tahanan sementara ia hanya menjadi penonton pasif dalam story arc ketiga. Sangat refreshing melihat Sword Art Online akhirnya berani mengubah fokus tak melulu kepada Kirito dan berganti menjadi Asuna. Asuna di sini bertemu dengan gadis misterius bernama Zekken. Zekken begitu kuatnya ia bahkan sanggup mengalahkan Kirito sekalipun! Asuna tentunya bertanya-tanya siapakah sebenarnya sosok Zekken ini. Tak hanya mengalami permasalahan di dunia online, dalam dunia nyata hubungan pacaran antara Asuna – Kazuto pun ditentang oleh orang tua Asuna yang tak menganggap Kazuto layak menjadi pendamping hidup Asuna. Bagaimana kelanjutannya?

Secara keseluruhan season kedua dari Sword Art Online masih mempertahankan kualitas dari season pertamanya. Story arc pertama: Phantom Bullet sedikit lebih panjang dibandingkan Mother’s Rosario tetapi agak kehilangan fokus memasuki episode-episode akhir story arc ini. Sebaliknya untuk Mother’s Rosario, fokus cerita yang berubah setelah identitas Zekken ketahuan justru membuat keseluruhan kisah ini semakin kuat. Di antara keempat story arc selama ini, adalah Mother’s Rosario yang paling menguras emosiku saat menontonnya. Saya tidak ragu kalau akan ada banyak orang menitikkan air mata melihat akhir emosional dari story arc ini.

images (7)
Story Arc yang paling emosional

Sword Art Online season kedua sekali lagi menunjukkan bahwa soundtrack yang dimasukkan benar-benar diseleksi dengan baik. Lima lagu yang dipakai dalam opening dan ending-nya semua langsung masuk, enak, dan nendang di telinga. Mulai dari Ignite menghentak sampai Shirushi menyayat hati yang dinyanyikan para veteran Sword Art Online Eir Aoi dan LiSa, kompilasi lagu dan soundtrack dari Sword Art Online II menjadi kunci kenapa saya betah tak melompati opening maupun ending serialnya.

Sekali lagi terlepas dari apakah kalian pro atau kontra dengan Sword Art Online (termasuk dengan karakter Kirito yang sering disebut super overpowered), tidak bisa disangkal kalau serial animasi ini digarap dengan sungguh-sungguh, studio A-1 yang sekali lagi dipasrahi tanggung jawab menggarap season kedua ini tahu benar mereka punya bebek petelur emas dalam serial ini dan menggarap tiap aspeknya dengan hati-hati. Bagi saya satu-satunya saat di mana kualitas animasi serial ini tampak sedikit menurun adalah pada episode-episode filler story arc pendek Calibur. Tak bisa dipungkiri memang kalau story arc yang satu itu memang sangat forgettable. Saya rasa satu-satunya alasan ia dimasukkan adalah untuk mengingatkan penonton akan karakter-karakter dari story arc pertama dan kedua yang sudah kelamaan tak mendapat spotlight. Bila kalian bukan penggemar season pertama Sword Art Online, tak ada apapun yang baru di season kedua ini yang akan membuatmu menyukainya. Sebaliknya kalau kalian memang suka season pertama, season kedua ini memakai winning formula yang sama untuk menyambutmu masuk ke dalam dunia VR Gaming Online ini kembali. Siap FullDive?

Score: 8.0

Leave a Reply