Di tahun 2005 dulu sebuah genre bernama Torture Porn lahir setelah kesuksesan film indie Saw yang dibesut oleh James Wan. Kesuksesan Saw membawa James Wan menjadi salah satu sutradara muda yang sukses di Hollywood dan genre torture porn sempat terus berlanjut sampai beberapa tahun lamanya. Selera pasar bagaimanapun terus berubah dan seri Saw perlahan tapi pasti makin kehilangan peminatnya. Bahkan upaya untuk mereboot Saw di tahun 2017 lalu pun tak berhasil.

Di awal tahun ini hadirlah sebuah film berjudul Escape Room yang dibesut oleh Adam Robitel – seorang sutradara muda yang tahun lalu membesut Insidious: The Last Key. Premisenya cukup menarik: bagaimana kalau orang-orang yang terkunci di dalam Escape Room harus memecahkan teka-teki, memikirkan jalan keluar dengan taruhan nyawa mereka? Yang menarik film dengan premise yang sama dan juga judul yang sama pernah dirilis di tahun 2017 tetapi gagal di pasaran. Apakah versi kali ini bisa mengubah tren tersebut?

maxresdefault
Solve the Puzzle

Zoey, Mike, Amanda, Jason, Danny, dan Ben tidak saling kenal satu sama lain sebelum mereka bermain dalam Escape Room yang dibuat oleh perusahaan Minos. Kenapa mereka sampai tertarik untuk mengikuti permainan ini? Iming-iming hadiah besar sejumlah 10,000 USD. Untuk sebuah permainan Escape Room itu jelas bukan jumlah yang sedikit! Setelah keenamnya setuju bermain di dalam permainan ini mereka baru menyadari bahwa ini adalah permainan maut. Kalau mereka sampai gagal meloloskan diri maka mereka benar-benar akan mati oleh perangkap-perangkap yang ada di dalam Escape Room ini.

Bisakah keenamnya bekerjasama dan meloloskan diri dari permainan maut? Apa tujuan perusahaan Minos menciptakan permainan mematikan ini?

images (5)
Hello Karen Page from Daredevil

Di luar dugaan Escape Room ternyata sukses menjadi tontonan yang menghibur di awal tahun. Kunci dari kesuksesan ini ada pada dua hal: yang pertama adalah casting yang impresif. Walaupun tidak ada bintang kelas atas di film ini mereka yang terlibat dalam proyek adalah artis-artis TV yang ada dalam karya-karya berbobot: mulai dari Taylor Russell dalam Lost in Space, Tyler Labine yang malang melintang di dunia serial, sampai Deborah Ann Woll yang kondang dalam Marvel Netflix Universe. Kerap kali film seperti ini hanya berisi orang-orang menyebalkan yang membuat kita tak sabar melihat mereka mati tetapi tidak di film ini. Keenam karakter utamanya cukup likable dan simpatik sehingga kita berharap mereka bisa selamat.

Satu hal lainnya lagi adalah kemampuan Robitel menjaga tensi cerita. Hal ini paling jelas terlihat di 3/4 film di mana ketegangan film terus membuat penonton mencengkeram bangku karena jebakan-jebakan maut dan puzzle cerdik yang harus dihadapi dan dipecahkan oleh keenamnya. Sayangnya seperempat akhir ketika twist sudah mulai terbaca membuat film ini mendadak kehilangan momentumnya. 10 menit terakhir dalam film ini bahkan seperti didedikasikan untuk membuat setup film sekuel berikutnya. Sepertinya Robitel dan orang-orang yang terlibat di proyek ini sudah pede bahwa film ini akan meraup untung dan sukses di box office!

images (6)
The Final Frontier?

Pada akhirnya Escape Room adalah sebuah tontonan yang lumayan memacu adrenalin – terbantu juga dengan scoring yang menghentak dari Brian Tyler. Awalnya saya menyangka bahwa ini adalah torture porn ala Saw tetapi saya salah. Kalau kalian adalah penggemar film ala Saw tapi tidak suka dengan tingkat gore yang berlebihan: this is the movie for you. Can you escape it?

Score: B

Leave a Reply