Ketika Happy Death Day dirilis di tahun 2017 lalu, ia menggabungkan konsep sci-fi dan slasher secara cerdik. Hasilnya adalah sebuah film Groundhog Day bercampur Scream. Film ini sukses dikarenakan penampilan yang apik dari Jessica Rothe sebagai Tree. Sosok protagonis Tree yang mati berulang kali mampu memancing rasa bete, tawa, sampai akhirnya simpati dari para penonton. Setelah Tree berhasil memecahkan kasus kematiannya sendiri ia pun lolos dari time loop. Dikarenakan film ini mendapatkan sukses yang cukup lumayan di box office maka sebuah sekuel pun diberi lampu hijau. Tak sampai dua tahun dari film pertamanya dirilis, Happy Death Day 2 U muncul. Masih bisakah tampil fresh bak film pertamanya?

Oleh karena sebuah insiden di awal film, Tree mendadak terlempar dalam sebuah time loop lagi. Ia kembali pada time loop di hari di mana ia selalu mati berulang-ulang.

images (1)
Mati?

Akan tetapi kali ini ada sesuatu yang berbeda. Detail-detail yang tadinya diingat oleh Tree kali ini tidak sama. Secara garis besar hari yang ia alami memang masih sama tetapi detail-detail kecil yang awalnya berbeda itu makin melebar… sampai akhirnya Tree menyadari bahwa ia tengah menjalani sebuah hidup yang total berbeda dari yang ia alami di hari pertama. Mengingat kali ini semua detail yang ia ingat berbeda, masih bisakah Tree menangkap sang pembunuh dan menggagalkan rencana jahat sang pembunuh? Atau kali ini tubuhnya takkan kuat lagi mengulangi time loop demi time loop yang ada?

MV5BMTg0NzkwMzQyMV5BMl5BanBnXkFtZTgwNDcxMTMyNzM@._V1_
Face Death?

Salah satu hal yang membuat Happy Death Day keren adalah bagaimana ia ternyata sebuah film yang secara cerdik menggabungkan unsur teen slasher yang cukup menyeramkan (menegangkan) dan komedi… dengan tambahan sedikit drama keluarga di dalamnya. Happy Death Day 2 U menambahkan unsur sci-fi ke dalamnya tetapi paduan itu tak sepenuhnya berhasil. Happy Death Day 2 U sepertinya terlalu banyak berusaha memasukkan unsur ini itu ke dalam film sehingga pada akhirnya ia lupa dengan identitas awalnya sebagai film slasher. Terlepas dari dua tiga adegan penonton mungkin bahkan bakalan lupa kalau film ini berawal dari genre slasher. Pasalnya Christopher Landon sebagai sutradara sekaligus penulis naskahnya lebih banyak mendorong unsur sci-fi dan komedi di dalamnya.

Pun begitu tak berarti film Happy Death Day 2 U adalah film yang buruk. Unsur slasher memang dikurangi di film ini tetapi penyajiannya masih cukup efektif menggedor jantung penonton. Unsur sci-fi memang membuat film ini jadi penuh lubang plot-hole tetapi saya kok percaya hal ini akan ditutupi di entry-entry berikutnya (ada benih untuk sekuel ditanamkan dalam film ini). Unsur komedi juga mampu membuat saya terbahak beberapa kali. Pun begitu apa yang akhirnya mencuri hati saya dalam Happy Death Day 2 U adalah beberapa momen drama keluarga di dalamnya. Sekali lagi berkat penampilan sepenuh hati dari Jessica Rothe terdapat dua adegan dan dialog di film ini yang mampu menguras air mata penonton. Menangis menonton film slasher / sci-fi? Tak semua film bisa melakukan itu bukan? Perlu dicatat bahwa cara yang digunakan Happy Death Day 2 U menguras air mata penonton sedikit manipulatif secara emosi – but hey, they did it really well!

images (2)
Who’s the killer now?

Pada akhirnya Happy Death Day 2 U mungkin bukan film yang sefresh film pertamanya. Tetapi sebagai sekuel saya memuji keberaniannya untuk tampil berbeda dan tak sekedar mengulang formula sama yang membuat film pertamanya sukses. Apabila memang film ketiga dalam franchise ini akan digarap saya mau-mau saja menontonnya. It’s a fun movie to watch with friends and family!

images (3)
ciluk…?!?!

Score: B+

Leave a Reply