The LKY Story – Lee Kuan Yew: The Man Who Shaped a Nation

Siapa yang tidak kenal dengan Lee Kuan Yew? Bersama dengan Soeharto dan Mahathir Muhammad, Lee Kuan Yew adalah sosok yang dikenal sebagai satu dari the Old Guards. Ketiganya adalah pemimpin hebat yang suatu hari akan dicatat dalam sejarah sebagai arsitek di balik kesuksesan Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Akan tetapi di antara ketiga orang tersebut bisa dibilang hanya Lee Kuan Yew saja yang memiliki sejarah tak bernoda.

images
Manga Cover

Soeharto, sebagaimana banyak orang tahu, dikenal sebagai sosok yang kontroversial di Indonesia di mana sebagian orang akan menganggap dia sebagai Bapak Pembangunan Indonesia dan sebagian lain menganggap dia sebagai pelanggar begitu banyak HAM. Begitu juga dengan Mahathir Muhammad. Betul ia baru saja memenangkan kursi sebagai Perdana Menteri Malaysia di usia yang sudah lanjut, tetapi ini juga menunjukkan bagaimana regenerasi Malaysia sudah gagal total. Belum lagi hubungan Mahathir dengan calon-calon penerusnya tak pernah akur (ingat kasusnya dengan Anwar Ibrahim dulu dan sekarang dengan Najib Razak?). Lee Kuan Yew tidak. Ia melangkah dengan penuh keyakinan dan berhasil mengubah Singapura, sebuah negara kecil di tengah region Asia Tenggara yang penuh polemik, menjadi negara terkaya dan terbaik di dunia. Yang lebih hebat lagi, Lee Kuan Yew melakukannya di tengah para musuh yang siap menerkam sang negara kecil tersebut. Suka tidak suka dengan sosok satu ini, rasanya ceritanya patut menjadi panutan.

Manga Lee Kuan Yew ini digarap oleh dua orang: Yoshio Nabeta yang bertanggung jawab untuk cerita dan Yoshihide Fujiwara yang bertanggung jawab untuk artworknya. Di antara keduanya mungkin nama Fujiwara lebih familiar bagi mereka yang membaca manga Indonesia karena ia adalah penggambar manga martial arts Kenji. Dengan demikian manga ini memiliki format yang sedikit berbeda dengan mayoritas manga Jepang yang biasa hanya ditangani oleh satu mangaka utama saja. Dalam satu volume manga ini ia mengkronologikan garis besar kehidupan Lee Kuan Yew saat muda hingga saat di mana Lee Kuan Yew memutuskan untuk berpisah dengan Malaysia.

images (3)
Manga Artwork

Secara garis besar manga ini dimulai dari masa muda Lee Kuan Yew – saat itu masih dipanggil Harry Lee – dan bagaimana keluarga Harry yang kaya mendadak terkoyak menjadi miskin saat pendudukan penjajahan Jepang. Harry muda hidup sulit di masa penjajahan Jepang tetapi itu juga membuka matanya bahwa selama Singapura hanya bagian dari koloni Inggris mereka tidak akan pernah dipandang lebih dari itu. Keyakinan ini semakin diperkuat ketika Harry belajar di Inggris setelah Perang Dunia II berakhir dan mengalami diskriminasi di sana. Semenjak itulah Harry mengubah namanya menjadi Lee Kuan Yew dan mencanangkan sebuah tujuan: merdeka dari penjajahan Inggris lantas menggabungkan diri ke negara Malaysia. Bagi Lee Kuan Yew ini merupakan opsi terbaik bagi Singapura… karena mana mungkin Singapura bisa merdeka sendiri dengan wilayah sekecil itu dan tanpa sumber daya alam apapun juga?

Akan tetapi ancaman terhadap Singapura datang dari berbagai faktor eksternal. Di Malaysia etnis Chinese dan India adalah minoritas (berjumlah sekitar 35%) dibandingkan ras Melayu (berjumlah sekitar 65%) tetapi hal ini berkebalikan di Singapura. Belum lagi negara Malaysia pada saat itu sangat curiga dengan Singapura karena ras Chinese sangat identik dengan komunis. Ini menyebabkan penyatuan Singapura ke Malaysia menemui banyak hambatan – tak seperti negara bagian lain macam Sarawak dan North Borneo. Manga ini memang mengisahkan tentang Lee Kuan Yew tetapi ia juga cukup netral membeberkan kisahnya. Salah satu momen yang paling mengena bagiku adalah ketika Tunku Abdul Rahman mengatakan kepada Lee Kuan Yew mengenai kenapa ia merasa orang Melayu harus mendapatkan hak istimewa di negaranya sendiri: “Tak seperti orang Cina dan India yang memiliki ‘tanah air’ mereka sendiri, orang Melayu hanya punya tempat tinggal di sini, kenapa kami tidak boleh memiliki hak istimewa di negeri kami sendiri?“. Rasis? Itu tergantung dari sudut pandang mana anda menilainya.

Satu lagi sosok sentral selain Lee Kuan Yew yang disorot dalam manga ini adalah Lim Chin Siong. Chin Siong dan Kuan Yew adalah dua orang yang mencintai Singapura dengan cara yang berbeda. Lee Kuan Yew menginginkan sebuah Singapura yang ‘melting pot‘: sebuah negara yang merupakan campuran dari berbagai golongan berbeda dari orang Malaysia, Inggris (barat), Chinese, dan India. Di sisi lain Chin Siong ingin Singapura yang adalah golongan komunis – golongan yang mayoritas besar dikuasai oleh Chinese. Ideologi keduanya yang pada awalnya sama: menginginkan Singapura bebas dari bawah Inggris, menjadi berseberangan ketika visi mereka tentang ‘bebasnya Singapura’ itu berbeda. Perpecahan keduanya adalah salah satu momen paling tragis di dalam buku ini. Lim Chin Siong akan selamanya dikenal oleh orang sebagai sosok Yudas atau Lucifer dalam sejarah Singapura: seorang yang penting tetapi juga menjadi The Fallen One.

images (1)
LKY and Wife

Pada akhirnya The LKY Story sebagai sebuah manga yang hanya berdurasi satu volume jelas tidak cukup untuk menggambarkan siapa itu sosok Lee Kuan Yew. Apabila kalian ingin lebih tahu mengenai pemikiran dari sang founding father dari Singapore ini perlu membaca biografinya: The Singapore Story. Tapi bagi kalian yang ingin sekedar mencari tahu introduksi mengenai siapa itu Lee Kuan Yew dan sejarah singkat merdekanya Singapura (buku ini berakhir di momen saat Malaysia memutuskan ‘memecat’ Singapura dari perserikatannya) this is a great book to begin.

images (2)
The Great Leader

Score: A-

Leave a Reply