That’s Pretty Clever

Board Game (atau lebih tepatnya Dice Game) yang memiliki nama asli : Ganz Schön Clever ini diciptakan oleh Wolfgang Warsch yang belakangan ini sedang naik daun sebagai seorang designer Board Game. Hanya dalam dua tahun terakhir saja ia sudah menciptakan beberapa game dan kebanyakan menjadi hit di kalangan para Board Gamer… sebut saja The Mind dan The Quacks of Quedlinburg. Apabila dibandingkan dengan kedua game tersebut That’s Pretty Clever bisa dibilang kalah terkenal, tetapi apakah itu juga berarti ia lebih buruk?

That’s Pretty Clever mengimplementasikan dua sistem Board Game: Dice Rolling dan Paper and Pencil, dan salah satu mekanisme itu sebenarnya kurang saya sukai. Salah satu alasan kenapa saya kurang menyukai mekanisme Dice Rolling adalah tingginya unsur keberuntungan dalam melakukan kegiatan tersebut. Melempar dadu untuk menentukan hasil? That doesn’t sound so clever, kan? Bagaimanapun secara mengejutkan That’s Pretty Clever mampu membuatku jatuh cinta dengan mekanismenya yang unik ini.

Dalam That’s Pretty Clever, kamu akan menggulirkan enam dadu dengan enam warna yang berbeda:

  1. Kuning
  2. Biru
  3. Hijau
  4. Oranye
  5. Ungu
  6. Putih

Lima dadu pertama memiliki korespondensi tabelnya masing-masing di dalam kertas yang akan diberikan kepadamu, sementara dadu warna putih sifatnya adalah wild dice yang bisa meniru efek dari dadu-dadu lainnya. Cara menilai setiap dadu berbeda-beda dan menguji kepintaran kamu memilih dadu yang cocok. Misalnya dadu warna kuning merespons tabel yang mirip dengan permainan Bingo. Di sisi lain dadu berwarna oranye lebih mudah sebab apa yang kamu isikan di sana bisa dijumlahkan saja totalnya. Sebagai pemain aktif kamu bisa memilih tiga dari enam dadu yang ada sementara sebagai pemain pasif kamu akan boleh memilih satu dari tiga dadu sisa yang tak dipakai oleh sang pemain aktif. Saya sangat suka konsep pemain aktif dan pasif dalam game ini sebab ia membuat efek down time tidak terasa, kamu tetap terpaku menonton guliran dadu lawanmu dan berharap-harap cemas ia bisa mendapatkan (dan tidak memilih) dadu yang kamu inginkan!

Apa yang membuat game ini menjadi ‘cerdas’ dan tak sekedar memainkan faktor keberuntungan saja adalah pada kombo-kombo yang terdapat di dalam game ini. Setiap kolom memiliki koresponden kombo yang bisa menambah poinmu, menambah power-up-mu (reroll dadu atau mengaktivasikan dadu tambahan), sampai mengisi kolom lain! Semua elemen ini membuat That’s Pretty Clever menjadi sebuah Dice Game yang tak hanya mengutamakan unsur push your luck tetapi juga menyeimbangkannya dengan strategi darimu untuk mendapatkan poin yang optimal. Kapan menggunakan power-up mu dan bagaimana kamu mengoptimalisasi hasil dari guliran dadu menjadi kunci untuk mendapatkan poin setinggi mungkin. Yang pasti dalam permainan pertamamu kamu hampir pasti masih akan membuat langkah-langkah yang salah dan kurang optimal sehingga usai memainkannya kamu akan siap mengulang permainan ini lagi untuk mengincar poin setinggi mungkin karena sudah paham dengan gameplay-nya.

Komponen di dalam Dice Game mini ini terbilang bagus. Kamu mendapatkan enam dadu warna berbeda dengan kualitas bagus ditambah scoresheet untuk setiap pemain dan tray untuk meletakkan dadu yang tidak kamu pilih. Pada akhirnya bagaimanapun ini hanya sebuah game mungil sehingga jangan mengharapkan komponen yang ekstra kompleks. No theme, just concept.

That’s Pretty Clever adalah sebuah game yang kecil, cerdik, dan menyenangkan. Saya merasa game ini paling optimal dimainkan antara tiga sampai empat orang tetapi ia tetap seru walau dimainkan seorang diri dalam Solo Mode maupun duel berdua dengan temanmu. So, are you clever enough to play this game?

Score: 8.0

Leave a Reply