Sebelum kalian berpikir bahwa Board Game satu ini ada kaitannya dengan Harvest Moon – jawabannya adalah: tidak. Board Game satu ini tidak ada hubungannya dengan video game simulasi pertanian populer itu. Nah, apabila kalau kalian menyukai Board Game dengan mekanik Roll and Write (RAW) dan dengan theme ‘Bercocok Tanam’, silakan baca review ini lebih lanjut untuk tahu apakah Harvest Dice layak atau tidak masuk ke dalam koleksi Board Game kalian.

Di dalam Harvest Dice kamu memiliki lahan pertanian berbentuk grid 3 (vertikal) x 6 (horizontal) yang bisa kamu tanami tiga jenis sayuran: Wortel, Tomat, dan Kubis. Akan tetapi posisi penanaman sayuran ini di ladangmu tergantung dari dadu warna yang dilempar di awal ronde. Kamu memiliki tiga set dadu yang berbeda: Wortel direpresentasikan dengan dadu Orange, Tomat direpresentasikan dengan dadu Merah, serta Kubis yang direpresentasikan dadu Hijau. Game yang maksimal bisa dimainkan oleh empat orang ini kemudian memperbolehkan pemain mengambil silih berganti untuk mengambil dadu yang mereka inginkan untuk menanam. Pada ronde awal kamu terserah menanam Wortel, Tomat, atau Kubis di ladang mana saja yang kosong – tetapi sayur mayur sesudahnya harus kamu tanam di samping Wortel, Tomat, atau Kubis yang sudah kamu tanam sebelumnya. Setelah semua pemain menyelesaikan giliran memilih dadu masing-masing, satu dadu yang tersisa (tak terpakai) akan digunakan untuk meningkatkan harga sayuran tersebut. Ambil contoh di akhir ronde pertama dadu Orange tidak diambil siapapun – maka harga Wortel akan naik dari harga 1 per Wortel menjadi 2 per Wortel… dan demikian juga seterusnya.

Tetapi apa jadinya kalau kamu ‘terpaksa’ mengambil dadu yang tidak bisa kamu tanam? Jangan khawatir, dadu itu tidak akan terbuang. Kamu akan memberi makan pada Babi peliharaanmu. Setiap enam makanan yang kamu berikan kepada Babi, kamu akan mendapatkan kekuatan spesial untuk menaikkan atau menurunkan satu angka pada Dadu yang kamu pilih – memberimu opsi untuk menanam di spot yang lebih banyak. Permainan akan berakhir apabila seseorang mampu menanam tanaman di semua ladangnya, salah satu harga tanaman mencapai harga maksimum, atau ketika makanan yang diberikan kepada Babi sudah penuh.

Poin atraktif dari Harvest Dice terletak pada mekanisme yang begitu simpel: roll dadu dan menggambarkan hasilnya. Akan tetapi jangan salah, ini bukan sebuah game yang sekedar mengandalkan keberuntungan semata. Keputusan kamu untuk menanam di grid tertentu membutuhkan planning yang baik supaya kamu tidak mengacaukan tanaman-tanaman kamu di masa depan. Ini sebuah game sederhana yang mudah dijelaskan kepada siapa saja dan cukup interaktif di mana setiap pemain saling mengatur strategi berdasarkan dadu apa yang mereka ambil. Dengan kata lain, interaktifitas antar pemain membuat Harvest Dice sedikit berbeda dengan game-game RAW yang pernah saya bahas sebelumnya. Ia cocok untuk dimainkan dari 2 sampai 4 pemain dan saya sudah pernah menjajal memainkannya baik dengan 3 maupun 4 pemain. It’s fun in both plays.

Komponen dalam Harvest Dice kecil sehingga memudahkan game ini dibawa ke mana saja. Kamu memiliki sembilan dadu dan… well that’s it. Itu saja komponen yang perlu kamu pakai untuk memainkan game ini. Tidak heran kalau game ini terbilang cukup murah harga penjualannya. Ditambah dengan waktu main yang singkat (sekitar 20 – 30 menit), Harvest Dice cocok menjadi game pembuka dalam Board Game night-mu. Sayang artwork dalam game ini jelek dan dasar sekali, apa sang designer Danny Devine tak bisa mencari ilustrator yang kompeten ya? Satu saja hal yang perlu diperhatikan; game ini memiliki elemen ‘memberi makan babi‘. Kendati hal ini mungkin tak menjadi masalah di luar negeri sana, pemain beragama Islam di Indonesia mungkin akan jengah memainkannya. Saya sendiri merasa sedikit awkward ketika harus memainkan game ini di kafe dan bilang “Tomatku akan kumakankan kepada Babi” sementara di meja samping tengah ada orang-orang Islam yang sedang makan dan menganggap Babi itu haram. Nah di luar dua komplain minor itu, this is a great game to play! Jadi, kalian sudah siap untuk bercocok tanam?

Score: 8.0

Leave a Reply