Archaeology: The New Expedition

Saya suka sekali dengan Phil Walker Harding. Bagi saya designer Board Games asal Australia ini adalah seorang designer yang mampu menciptakan Board Game / Card Game yang sederhana, mudah dimainkan oleh pemula, tetapi di saat yang bersamaan tetap fun untuk dimainkan oleh para gamer veteran. Hampir semua game dari Phil Walker Harding sudah saya koleksi tetapi entah bagaimana saya malah kelewatan memainkan game pertama yang ia ciptakan.

Kalau bicara mengenai Phil Walker Harding, saya merasa bahwa mayoritas Board Gamer akan mengenal gamenya yang paling populer: Sushi Go. Maklum saja Sushi Go ini adalah gamenya Harding yang mampu diterima oleh kalangan mainstream. Toh Sushi Go ini sebenarnya adalah game ketiga dari Harding dengan dua game sebelumnya merupakan Dungeon Raiders dan Archaeology. Archaeology: The Card Game yang dirilis di tahun 2007 adalah sebuah game yang cukup solid dengan mekanisme yang sederhana tetapi tidak cukup terkenal karena tak didukung oleh publisher yang tenar.

Baru setelah Phil Walker Harding mencapai kesuksesan di kemudian hari dalam kariernya orang mulai melihat kembali pada game-game awal yang ia ciptakan. Z-Man Games mengambil kesempatan ini dan menjadi publisher dari Archaeology: The New Expedition, versi baru Archaeology yang disempurnakan ulang oleh Phil Walker Harding.

Dalam Archaeology: The New Expedition kamu bermain sebagai seorang arkeolog yang pergi ke situs penggalian untuk mendapatkan berbagai macam artifak kuno yang berharga. Akan tetapi menggali di tengah puing-puing reruntuhan padang pasir tentunya membawa bahaya dan tantangan tersendiri. Kita tak pernah bisa memprediksi kapan badai gurun pasir akan tiba. Kita juga tidak akan pernah tahu kapan pencuri-pencuri akan datang mengambil artifak kita. Bisakah sebagai pemain kalian menjual artifak-artifak kalian ke museum dengan harga semaksimal mungkin?

Seperti yang bisa ditebak dari game yang diciptakan oleh Harding, Archaeology adalah sebuah Card Game sederhana yang cocok dimainkan sebagai filler game atau kepada orang yang baru di dunia Table Top Games.

Game ini terbagi hanya dalam dua fase yang sangat sederhana. Pertama: kamu mengambil kartu dari dek kartu utama di tengah. Game ini mengandung tiga jenis kartu: kartu harta karun, kartu pencuri, dan kartu badai padang pasir. Kartu harta karun bisa kamu simpan atau kamu tukar ke pasar yang terbuka di tengah meja, kartu pencuri bisa kamu gunakan untuk mengambil salah satu kartu milik lawanmu (secara acak), dan terakhir kartu badai padang pasir adalah kartu yang paling menakutkan sebab semua pemain akan kehilangan setengah dari harta karun yang ada di tangan mereka. Toh, karena di awal permainan kamu sebagai pemain sudah tahu akan ada berapa badai padang pasir yang akan terjadi selama permainan, kamu selalu bisa mengambil resiko yang terukur saat mengumpulkan harta karun. Ini membuat Archaeology menjadi sebuah game set collection bercampur push your luck yang menarik.

Setiap harta karun pun memiliki berbagai jenis nilai tukarnya sendiri sehingga ada strategi tersendiri untuk mengumpulkannya. Apakah kamu mau mengincar harta karun yang jarang ada tetapi nilainya tinggi? Atau kamu mau menjadi pengumpul barang antik yang bertebaran di mana-mana tapi sebanyak mungkin? Apakah kamu mau mengumpulkan harta sebanyak mungkin dan menjualnya langsung ke pasaran dengan harga setinggi mungkin? Atau karena takut dicuri maupun tersapu badai padang pasir membuat kalian menjualnya secara ‘mengecer’ sedikit demi sedikit? Sekali lagi strateginya terserah kamu. Adalah hal yang mengagumkan bahwa game se’kecil’ ini mampu menawarkan strategi yang variatif – bukti bahwa bahkan dari awal-awal karirnya saja Phil Walker Harding bisa menciptakan game yang menyenangkan; terbukti sistem set collection yang dia pakai di dalam game ini kembali diaplikasikan di game-game Harding berikutnya seperti Sushi Go dan Imhotep.

Apabila kamu adalah fans dari game-game kecil yang sederhana, cepat dimainkan, tetapi tetap fun: Archaeology sangat layak untuk dicoba. Ini adalah sebuah game yang pantas menjadi seperti appetizer ataupun dessert dalam game night-mu!

Score: 8.5

Leave a Reply