Frozen II

Jangan percaya kalau orang bilang film Frozen adalah sebuah hit yang tak disangka-sangka dari Disney.

Mari kita putar balik kembali tahun 2013. Di saat itu studio Disney baru saja merilis film Tangled di tahun 2010 dan Wreck-it Ralph di tahun 2012. Kedua film itu mendapatkan kesuksesan yang lumayan bagi Disney. Tidak ada orang yang meragukan bahwa Frozen akan menjadi film hit. Apa yang tak disangka-sangka oleh orang adalah seberapa BESAR Frozen itu. Dengan lagu Let It Go yang mendadak dicover oleh semua orang di mana-mana, film Frozen sukses mendapatkan perolehan hingga 400 Juta USD lebih dan 1.2 Milyar USD lebih di pasar global – menjadi film animasi tersukses sepanjang masa sebelum akhirnya mampu dilewati oleh The Lion King tahun ini. Pembuatan sekuel dari Frozen bukan masalah apakah akan dibuat tetapi kapan akan dibuat.

Uniknya, Disney tidak langsung menggenjot membuat sekuel dari Frozen dalam jangka waktu 2 – 3 tahun sebagaimana kebanyakan sekuel film animasi. Sebaliknya, mereka seperti mengambil pelajaran dari studio Pixar yang kerap menanti dalam waktu lama sebelum merilis film sekuel. Elsa dan Anna masih muncul, baik dalam film pendek maupun cameo di film lain sehingga mereka tetap fresh di benak para penonton dan pop culture, tetapi film sekuel Frozen II baru dirilis di tahun 2019 – ENAM tahun lamanya setelah film pertamanya tayang di layar lebar. Apakah waktu yang lama itu membuat kualitas film ini lebih bagus?

Beberapa tahun sudah berlalu dari even Frozen. Elsa dan Anna hidup damai di kerajaan Arendelle bersama dengan Kristoff dan Sven. Akan tetapi kedamaian itu mulai terusik setelah Elsa mendengarkan panggilan-panggilan misterius. Awalnya Elsa berusaha untuk tidak mempedulikan panggilan misterius itu sampai ia akhirnya tidak tahan lagi. Saat Elsa memulai perjalanannya tentu saja Anna, Kristoff, Sven, dan si boneka salju Olaf ikut bersamanya. Maka dimulailah perjalanan kelimanya mencari tahu apa suara misterius yang memanggil Elsa – dan apa kaitan suara tersebut dengan masa lalu Elsa, Anna, bahkan kerajaan Arendelle itu sendiri.

Ketika Frozen pertama kali keluar ada dua kubu menilai film ini: yang pertama mencintai film ini dan tidak pernah berhenti memutar Let It Go sementara kubu kedua membenci Frozen dan merasa film tersebut overrated. Saya pribadi termasuk kubu yang… ketiga. Saya tidak suka-suka amat dengan Frozen (tapi saya suka dengan Let It Go – terutama versi Jepangnya yang dibawakan artis favorit saya jaman muda dulu si Takako Matsu) tetapi saya juga tidak membenci Frozen. Oleh karena itu saya merasa terkejut bahwa saya sangat enjoy menonton Frozen II. Ada seorang teman saya yang mengatakan bahwa Frozen II ini bukan kisah yang terlalu princessy ala film pertamanya – dan saya setuju. Frozen pertama ceritanya bisa dibilang sangat dangkal dan tidak penting. Di sisi lain Frozen II adalah sebuah kisah petualangan yang epik, mirip dengan Lord of the Rings versi light. Apakah perjalanan epik itu sempurna? Tidak. Dan ada banyak plot hole di dalamnya, tetapi saya bisa mengapresiasi para penulis naskah film ini yang mencoba membuat sesuatu yang berbeda dari prekuelnya.

Satu hal lain yang saya suka di film ini adalah spotlight yang merata yang diberikan film ini kepada Anna dan Elsa. Semula saya khawatir bahwa Elsa akan lebih dianak-emaskan ketimbang Anna, tetapi ternyata tidak. Keduanya mendapatkan porsi penting yang sepadan di dalam film. Begitu pula karakter-karakter lain memiliki waktu mereka masing-masing untuk bersinar. Ada beberapa orang yang mengkritik Kristoff dan Sven sebagai karakter yang porsinya lebih kecil di film ini, sedikit lebih kecil dari film pertamanya mungkin tetapi sama sekali tidak berarti Kristoff tak penting. In fact banyak orang lain (termasuk saya) yang menilai salah satu momen kritis Kristoff adalah momen favorit mereka di film ini.

Nah bicara soal Frozen tidak bisa tidak bicara soal lagunya. Apabila Frozen pertama memiliki Let It Go maka sekuelnya ini memiliki lagu berjudul Into the Unknown sebagai andalannya. Saya tidak bisa bilang lagu mana yang lebih saya sukai antara keduanya because I do love them both! Akan tetapi saya harus akui bahwa Let It Go lebih mudah dinyanyikan sehingga tak heran jumlah cover untuk Into the Unknown tak sebanyak Let It Go. Atau mungkin juga itu karena Frozen II baru diputar beberapa waktu lamanya? Let’s see how it goes in the next few weeks.

Pada akhirnya Frozen II adalah sebuah peningkatan drastis dibandingkan Frozen pertama. Ini sebuah film animasi epik yang bisa dinikmati baik penonton muda maupun dewasa. Go watch it.

Score: B+

Leave a Reply