Last Christmas

Ada dua lagu Natal yang selalu saya dengar diputar saat menjelang liburan akhir tahun ini. Yang pertama adalah ‘All I Want for Christmas is You‘ dari Mariah Carey sementara yang satu lagi adalah ‘Last Christmas‘ yang pertama dinyanyikan oleh Wham! tetapi kemudian dicover oleh banyak sekali penyanyi modern (termasuk Taylor Swift). Nah kepopuleran lagu Last Christmas dari Wham ini menjadi inspirasi bagi film komedi romantis yang dibintangi oleh duet Emilia Clarke dan Henry Golding. Dengan dukungan dua bintang senior Michelle Yeoh dan Emma Thompson, apakah ini akan menjadi nostalgia yang asyik bagi mereka yang kangen film-film sejenis ini?

Last Christmas bercerita tentang seorang gadis bernama Katarina, yang berasal dari Yugoslavia, dan sekarang lebih suka dipanggil Kate. Kate adalah seorang gadis yang ceria dan baik hati – tetapi belakangan ia terus mengalami kesialan di dalam hidupnya. Ia ceroboh dan setengah hati dalam melakukan pekerjaannya sehingga kerap mengacau, hubungannya dengan kedua orang tuanya tidak dekat sehingga ia tidak tinggal di rumah. Bahkan lebih celakanya lagi setiap kali numpang di rumah temannya ia malahan berakhir mengacau sehingga membuat teman-temannya enggan menampung dia datang. Singkat kata: Kate sekarang adalah gadis egois yang tak disukai oleh siapapun.

Sampai pada suatu hari, di titik nadir kehidupannya Kate bertemu dengan seorang pria misterius yang charming bernama Tom. Tom yang kerap muncul dan kerap menghilang ini menyemangati Kate dan memperbaiki gaya hidup Kate yang berantakan. Kendati pada awalnya Kate menganggap Tom ini menganggu, perlahan tapi pasti – sebagaimana klise film komedi romantis – Kate bisa memahami ketulusan Tom yang ingin menolongnya. Dan tentu saja keduanya pun jatuh cinta. Lantas happy ending? Nah tonton saja sendiri kelanjutan hubungan keduanya.

Last Christmas adalah sebuah film komedi romantis yang bermain aman pada pakemnya. Dan statement tersebut bukan cercaan / kritik bagi film ini. Tidak ada yang salah dengan sebuah film yang ingin bermain ‘aman‘, terutama saat dirilis di masa Natal di mana momen ini lebih pas untuk feel good movie. Ada chemistry yang apik antara Emilia Clarke yang selalu tampil lovable di tiap perannya dan Henry Golding yang tahun lalu naik daun karena film Crazy Rich Asians. Tidak ada yang super spesial dari penampilan keduanya dan memang peranan mereka tidak ‘memaksa’ mereka harus mengeluarkan kemampuan akting mereka sepenuhnya. Sebagai penambah bumbu komedi adalah sosok Michelle Yeoh dan Emma Thompson di sini. Senang melihat kedua artis senior ini tampil fun dan tak menganggap peranan mereka serius-serius amat. Bagi mereka yang melihat Yeoh di Crazy Rich Asian dan lantas melihatnya lagi di sini, pastinya akan terkejut melihat si artis tampil begitu jauh berbeda – membuktikan Yeoh adalah seorang artis yang cukup versatile range aktingnya.

Dengan judul lagu Last Christmas jangan heran lagu tersebut muncul berulang kali di permukaan dalam film ini – dalam berbagai versi. Untung saja sebelum jadi terlalu membosankan, lagu ini juga memiliki tambahan berbagai lagu lainnya (masih didominasi oleh Wham dan George Michael kok). Kalau kalian penggemar lagu era 1980an sampai 1990an awal, saya rasa lagu-lagu dalam film ini akan membuat kalian asyik bergoyang kepala menikmatinya. Satu-satunya kekurangan di film ini di mata saya adalah satu dua adegan dengan pesan politik yang diselipkan ke dalamnya. Ya, saya tahu kalau publik Inggris masih sangat terpecah belah dalam isu Brexit tetapi menyempilkannya ke dalam film ini dengan cara yang tidak elegan (bandingkan dengan bagaimana Love Actually menyelipkan pesan politiknya) bukannya membuat isu ini terasa heartwarming malahan terasa preachy.

Terlepas dari sedikit kelemahan itu Last Christmas adalah film komedi romantis yang solid buat ditonton dengan pasangan anda (atau sendiri sambil membayangkan Emilia Clarke / Henry Golding adalah pasanganmu kalau kalian jomblo) di masa Natal. Have a Merry, Merry Christmas to all my readers out there!

Score: B

Leave a Reply