Mon Inconnue

Film Perancis yang judul Inggrisnya adalah Love at Second Sight ini menarik minatku menonton dari trailernya. Premisnya soalnya cukup unik. Bagaimana kalau kamu suatu hari bangun dan menyadari bahwa orang yang menjadi istrimu mendadak tak lagi mengenali kamu – bahkan menjadi pacar dari orang lain? Apa yang akan kamu lakukan untuk memenangkannya kembali? Itulah premis unik dari film Perancis garapan Hugo Gelin ini.

Saya harus jujur kalau film-film dari benua biru (dengan pengecualian Inggris) jarang saya tonton. Akan tetapi kalau harus memilah-milah maka di antara semuanya yang paling kerap saya tonton ya film dari Perancis (tidak menghitung film dari Inggris). Paling tidak ada beberapa film dari negara tersebut yang masih familiar di mata saya. Saya ingat menontot Banlieu 13 (District 13) dan Taxi (versi Perancis) saat film-film tersebut belum tenar (baca: diremake) oleh Hollywood. Anyway, bisakah film Mon Inconnue tampil berbeda dengan genre rom-com dari Hollywood?

Raphael adalah seorang tukang menulis cerita di saat pelajaran sekolah tengah berlangsung. Tetapi karena pribadinya yang sedikit introvert dia tidak pernah benar-benar serius melakoni hobinya itu ataupun menunjukkan karyanya kepada siapapun. Hal itu berubah ketika Raphael bertemu dengan Olivia. Olivia, seorang pianis pemalu, mengubah hidup Raphael dan membuatnya bertambah pede dengan karyanya. Hidup Raphael dan Olivia sontak berubah ketika karya Raphael kemudian meledak di pasaran, melejitkan Raphael menjadi seorang penulis superstar. Seri demi seri buku Raphael terus bertambah dan kehidupannya makin lengkap setelah ia dan Olivia menikah.

Seperti bisa ditebak – sukses membuat hidup keduanya tak jadi lebih bahagia. Hubungan keduanya merenggang – terutama setelah Raphael harus terus pergi mempromosikan bukunya dan mengorbankan hubungannya dengan Olivia. Puncaknya keduanya bertengkar dan Raphael tidur dengan amarah, tak berbicara dengan Olivia. Ketika Raphael bangun keesokan harinya ia menemui kenyataan bahwa ia kini seorang nobody dan Olivia adalah seorang pianis sukses yang tak mengenal dirinya. Bisakah Raphael menebus kesalahannya dan membuat Olivia kembali jatuh cinta lagi dengan dirinya?

Bagi saya Mon Inconnue adalah sebuah film komedi romantis yang tanggung. Di satu sisi kalau kita mau bicara tentang aspek komedinya, rasanya kok kurang lucu. Memang di beberapa bagian awal saat Raphael kebingungan beradaptasi dengan hidup barunya momennya terasa lucu dan menggelikan. Akan tetapi lelucon yang tipe yang sama terasa basi ketika diulang terus menerus. Di sisi lain untuk romantisnya saya suka dengan chemistry antara Francois Civil dan Josephine Javy (and they are both so pretty!) tetapi saya tetap tidak merasa hubungan keduanya benar – terutama karena karakter Olivia dalam kehidupan barunya ini sudah memiliki kekasih lain. Trying to win her back looks like a dick move to me. Walhasil yang tampil sebagai karakter terbaik sekaligus scene stealer dalam setiap kemunculannya adalah Felix yang diperankan oleh Benjamin Lavernhe, sahabat sejati bagi Raphael yang dalam tiap iterasi kehidupannya selalu sedia berkorban untuk sang sahabat.

Bagi kalian yang suka dengan lansekap kota Perancis (tebakan saya: Paris) yang disyut secara indah dan musik-musik klasik yang mengiringi scene-scene penting di film ini akan menyukai Mon Inconnue, tetapi bagi mereka yang suka dengan film rom-com yang lebih berarti boleh melewati film ini sebab ada belasan bahkan puluhan film yang lebih baik dibandingkan dengannya. Mon Inconnue berusaha mengangkat terlalu banyak topik: penyesalan, kesetaraan derajat wanita, paralel universe, persahabatan dan masa muda yang tersia-siakan, serta banyak lagi. Sayang ia gagal menyimpulkan apapun dari seabreg topik yang ia angkat. Mengambang.

Score: 5

Leave a Reply