Anbernic RG350

Seiring dengan makin modernnya telepon genggam posisi handheld gaming seakan makin terancam. Kegagalan total dari PS Vita membuat Sony keluar dari pasaran handheld, menyisakan Nintendo sebagai satu-satunya penguasa ranah handheld. Dan bahkan Nintendo sendiripun bisa dibilang menghadapi pasaran handheld dengan setengah-setengah, konsol mereka yang terbaru: Nintendo Switch, adalah sebuah konsol hybrid: setengah portabel tetapi juga setengah konsol. Tetapi benarkah posisi handheld gaming sekritis itu?

Diam-diam di balik layar, ada begitu banyak produsen dari handheld-handheld retro yang mengkhususkan diri memainkan game-game Retro. Kebanyakan game Retro ini dijalankan dengan format emulasi, memastikan gamer-gamer bisa menikmati game-game dari era dahulu dalam satu handheld. Di antara begitu banyak handheld retro yang dirilis, satu produk kemudian mencuri begitu banyak perhatian saat dirilis di tahun 2019 lalu; Anbernic RG350. Apa yang membuatnya berbeda dari para kompetitornya?

Pertama mari kita bedah isi dari Anbernic RG350. Ini adalah sebuah handheld yang ditulang-punggungi dengan 1 GHZ JZ4770 dual-core 64-bit processor dengan RAM setengah GB. Bagi kalian yang tidak mengerti dengan bahasa teknis di atas, kalian cukup tahu bahwa prosesor di belakang Anbernic RG350 ini sudah berusia satu dekade. Karena prosesor RG350 sudah ‘tua’ ini menjaga harga dari RG350 untuk tergolong ekonomis. Jangan bandingkan ini dengan Nintendo Switch yang berharga mencapai 7 – 8 juta, Anbernic RG350 harganya ‘hanya’ berkisar 900 Ribu hingga 1 juta saja (harga bergantung dari kurs USD – Indonesia yang terus bergolak).

Dengan prosesor yang sudah berusia cukup tua, wajar kalau banyak orang mempertanyakan apakah RG350 punya cukup tenaga untuk menjalankan emulasi dari banyak game? Dan ternyata koleksi game yang bisa dimainkan oleh RG350 rupanya cukup impresif. Saya akan menuliskan di bawah game dari platform apa saja yang bisa dimainkan di sini:

  1. Nintendo Entertainment System (NES)
  2. Super Nintendo Entertainment System (SNES)
  3. Gameboy
  4. Gameboy Color
  5. Gameboy Advance
  6. Sega Master System
  7. Sega Genesis
  8. Sega Game Gear
  9. Neo Geo MVS Console
  10. Neo Geo Pocket Color
  11. Bandai Wonderswan
  12. PC-Engine / Turbo Grafx-16
  13. Sony Playstation
  14. Arcade (MAME / FBA)

Dengan total 14 sistem yang disupport oleh RG350, mendadak gamer bisa memainkan koleksi puluhan ribu game. Beberapa game yang ada memang merupakan remake dari satu sistem ke sistem lain, terutama untuk platform SNES dan GBA, tetapi semua sistem ini memiliki game jagoan mereka masing-masing. Saya agak menyayangkan RG350 yang belum sanggup memainkan game di atas generasi Sony Playstation seperti Nintendo 64 dan Sega Dreamcast, tetapi untuk handheld sekecil RG350 dan prosesor seuzur itu, kemampuannya sudah sangat impresif.

Memainkan berbagai jenis game memang nilai plus bagi RG350 tetapi bagaimana performanya dalam memainkan game-game tersebut? Jangan khawatir. 99% game yang dimainkan di RG350 memiliki performa yang sangat lancar. Di antara semua sistem di atas bisa ditebak bahwa satu-satunya yang mungkin memiliki masalah performa adalah Sony Playstation sebab konsol pertama dari Sony tersebut adalah konsol dengan power terkuat yang harus diemulasikan oleh RG350. Toh saya sudah menjajal beberapa game terbaik dari Sony Playstation seperti Resident Evil 3: Nemesis, Tekken 3, sampai Final Fantasy IX dan menemukan bahwa performa dari RG350 tetap stabil di kisaran 59 – 60 FPS, nyaris sempurna untuk game yang dimainkan dengan emulasi!

Permasalahan paling besar bagi RG350 bagi saya datang di sisi interfacenya. Mengingat RG350 tidak didasari dengan OS Android melainkan Linux, akan butuh waktu bagi para user baru (terutama mereka yang tidak tech savvy) untuk beradaptasi dengan RG350. Saya percaya bahwa mereka yang cukup tahu soal dunia komputer tidak akan mengalami masalah sedikitpun dalam beradaptasi, tetapi ini jelas bukan sistem yang super user friendly macam Nintendo Switch atau PS Vita. Dan ya tentu saja ada masalah soal legalitas untuk memainkan game-game dalam format emulasi di RG350, saya tidak bisa menjawab di mana saya mencari ROM-ROM game untuk kamu pakai memainkan game di RG350, silahkan tanya sendiri ke Mbah Google.

Toh kalau kalian bisa tutup sebelah mata mengenai hal tersebut saya tidak bisa banyak mengeluh soal RG350. Untuk handheld yang ‘hanya’ berharga 1 juta, saya sangat dimanjakan kualitas fisiknya. RG350 hadir dengan memori internal sebesar 16 GB. Mengingat game-game jaman lawas biasanya hanya berukuran beberapa MB saja (era sebelum SNES dan Genesis malahan berukuran hanya ratusan KB), game ini bisa menampung ribuan game. Tapi RG350 juga mengijinkan gamer untuk mengekspansi memori dengan slot micro-SD yang support hingga ukuran 128 GB… jadi jangan khawatir kalian masih bisa memasukkan segudang game Playstation kalian kalau mau.

Game ini memiliki dua analog controller yang bisa dipakai gamer saat bermain. Kualitas tombolnya juga baik dan gamer dibekali dengan empat tombol Shoulder Button (L1, R1, L2, R2) untuk memainkan game-game Sony Playstation secara memadai. Seakan itu tidak cukup bagi gamer, RG350 juga memiliki port Mini-HDMI. Selama hampir setahun semenjak perilisannya port ini tidak memiliki fungsi sebab perusahaan Anbernic masih tengah menciptakan update OS untuk menggunakan fungsi ini. Fungsi ini akhirnya diperkenalkan kepada gamer bulan Mei 2020. Gamer sekarang bisa menyambungkan mini-HDMI dari TV ke mesin RG-350 mereka dan memainkan game-game tersebut di layar kaca. Siapa bilang kalian hanya bisa bernostalgia secara handheld saja? Akan tetapi harap diperhatikan bahwa batere RG350 yang biasanya bisa bertahan sekitar 5 – 6 jam akan tersedot sedikit lebih cepat bila kalian menyambungkannya ke TV.

Pada akhirnya saya sangat puas dengan RG350. Memang ada banyak fitur yang bisa dimasukkan untuk makin memaksimalkan handheld ini: tambahan fitur koneksi Wifi, menambahkan support file Video yang bisa dia mainkan, dan tambahan-tambahan lain. Akan tetapi dengan harga yang terjangkau, sulit untuk mengeluh tentang kekurangan fitur-fitur yang tak penting itu. Pada akhirnya Anbernic RG350 is built for retro gaming… and it is currently the best device to do that in the market. Sebuah must-have bagi retro gamer di mana saja.

Score: 9

Leave a Reply