O Maidens in Your Savage Season

O Maidens in Your Savage Season adalah adaptasi animasi dari manga karangan Mari Okada.

Tanggung jawab dari anime ini jatuh ke tangan Studio Lay-duce, sebuah studio animasi yang didirikan mantan anggota dari Studio Bones: Yonai Norimoto. Lay-duce adalah sebuah studio animasi yang cukup selektif sehingga dalam satu tahun mereka tidak menggenjot produksi. Walhasil, karya-karya dari studio ini biasanya memiliki standar kualitas yang cukup terjaga.

Apakah ini juga berlaku untuk animasi ini?

Mari Okada adalah salah seorang penulis cerita wanita di Jepang yang terkenal dengan karyanya yang secara lugas mengulas sudut pandang kehidupan wanita, terutama mereka yang tengah mengalami growing pains (coming of age).

O Maidens in Your Savage Season adalah karya debut manga pertama dari Mari Okada dan ceritanya berfokus kepada lima gadis yang ada di grup literatur sekolah. Kelima gadis itu adalah: Kazusa Onodera, Niina Sugawara, Momoko Sudo, Hitoha Hongo, dan Rika Sonezaki. Kelimanya kerap mendiskusikan soal tema-tema seksual yang kerap muncul di literatur, tetapi kelimanya sebenarnya masih sangat polos dan tidak paham apa itu seks.

Dalam anime berdurasi 13 episode ini masing-masing gadis akan mengalami ‘kebangkitan’ hormon dan insting seksual mereka masing-masing.

Kazusa akan jatuh cinta kepada sahabat masa kecilnya: Izumi, dan merasa kesulitan menyatakan perasaannya kepada sahabat masa kecilnya.

Niina yang tadinya dijadikan teman curhat oleh Kazusa celakanya juga jadi jatuh cinta ketika pada awalnya berusaha menjodohkan Kazusa dengan Izumi.

Momoko yang tadinya polos dan berusaha jatuh cinta kepada laki-laki menjadi bingung akan preferensi seksualnya sebab ia makin merasa suka kepada Niina yang sesama jenis.

Hongo yang adalah seorang gadis pendiam merasakan gairah seksualnya bangkit ketika melihat guru literatur yang diam-diam berkencan via online dengannya.

Dan terakhir adalah Rika yang disukai oleh teman sekelasnya yang outgoing – tetapi ia merasa malu untuk mulai berkencan dengan pria sebab Rika merasa berkencan itu ‘kotor’.

Dalam 13 episode yang ada kita akan masuk keluar dari cerita tiap gadis ini, walaupun fokus utama cerita lebih banyak diarahkan pada hubungan cinta segi empat dari Kazusa, Niina, Momoko, dan Izumi.

Bagi saya cerita dalam O Maidens in Your Savage Season ini hit and miss. Mungkin ini dikarenakan lingkaran sosial saya tidak pernah memiliki kisah cinta yang aneh-aneh, saya rata-rata sulit memahami topik yang diangkat dalam anime ini. Jatuh cinta dengan guru, malu untuk berpacaran, jatuh cinta kepada teman masa kecil, sampai jatuh cinta dengan pria / wanita yang disukai oleh teman sendiri… semua hal ini adalah hal-hal yang asing bagiku dan terasa membingungkan.

Salah satu hubungan yang paling sulit saya mengerti di animasi ini adalah antara Hongo dan gurunya. Setiap kali anime ini berfokus pada jalan cerita antara Hongo dengan sang guru, saya benar-benar merasa seperti ingin melompati bagian itu saja. Di sisi lain, saya merasa bahwa karakter Momoko di dalam anime ini adalah karakter terbaik yang sayangnya terasa underdeveloped. Jalan ceritanya adalah yang paling kompleks, terutama karena melibatkan preferensi seksualnya (antara pria atau wanita) dan di antara semua karakter utama yang ada, hanya dia saja yang tak mendapatkan konklusi yang pas di akhir anime. Tadinya saya dibuat bertanya-tanya apakah ini karena publik Jepang belum siap membahas isu lebih sensitif sepert ini? Lantas saya teringat bahwa bukankah anime Yuri On Ice sudah ada saat anime ini ditayangkan? At the end, I guess this is a missed opportunity.

Secara teknis saya menilai O Maidens in Your Savage Seasons memiliki kualitas animasi yang halus dan cara pengambilan gambar yang pas. Momen-momen emosional di dalam film ini mampu digambarkan dengan hempasan emosi yang pas. Akan tetapi saya sedikit menyayangkan bahwa budget serial ini seperti sedikit menurun menjelang akhir, terlihat dengan adanya penurunan kualitas animasi justru memasuki momen terpentingnya di penghujung serial. Di luar itu saya merasa bahwa pacing dari serial manga berjumlah delapan tankoubon ini mampu ditranslasikan secara pas dalam 13 episode animenya.

Pada akhirnya, I really wanted to like O Maidens in Your Savage Seasons, but at the end, terlalu banyak negativity dan toxicity di dalam anime ini yang membuatku sulit untuk merekomendasikannya. Di kala Mari Okada berusaha menyorot kehidupan para gadis secara riil, ia malahan berakhir menyorotnya secara tidak realistis dengan terlalu banyak menyorot sisi negatif dalam persahabatan dan hubungan seksual yang ada. Ketimbang serial ini saya masih jauh lebih menyarankan Sora Yori mo Tooi Basho ataupun Yuri Camp sebagai tontonan anime yang realistis, positif, serta membangun.

Score: 6

Leave a Reply