Kaguya-sama wa Kokurasetai (Kaguya-sama: Love is War) – The Complete Season Two

Setelah penantian panjang yang menyiksa batin, akhirnya Kaguya-sama: Love is War Season Two pun tayang.

Momen kemunculannya pun bagi saya sangat pas, di tengah masa pandemik COVID-19. Di tengah masa yang penuh dengan kestressan, sebuah tontonan yang penuh humor dan ngocol ini sangat dibutuhkan, and guess what? Kaguya-sama: Love is War memenuhi itu.

Bukan rahasia kalau saya sangat suka dengan season pertama dari Kaguya-sama. Melihat bagaimana Kaguya dan Shirogane selaku Ketua dan Wakil Ketua OSIS sekolah saling adu pintar untuk membuat pasangannya mengakui perasaan cinta kepada yang lain membuat saya tertawa terbahak-bahak sepanjang season pertama. Ini adalah sebuah anime yang mengingatkanku dengan masa SMU-ku sendiri dulu.

Memasuki season kedua, cerita dalam Kaguya-sama masih melanjutkan rivalitas cinta antara Kaguya dan Shirogane ini, tetapi tak lupa juga mengarahkan spotlight kepada beberapa karakter lainnya. Ada satu karakter baru yang diperkenalkan di dalam ‘keluarga’ tim OSIS: seorang junior lain bernama Miko Ino. Saya suka sekali dengan bagaimana studio animasi A-1 memperkenalkan karakter Miko Ino, pada awalnya ia diposisikan sebagai rival dari Shirogane dalam menduduki posisi ketua OSIS, dan secara pelan diintegrasikan ke dalam tim OSIS.

Selain spotlight untuk Miko Ino, anime ini juga mengarahkan spotlight kepada karakter Yu Ishigami, yang merupakan karakter paling underdeveloped di season 1. Sekali lagi, saya salut dengan bagaimana anime ini mengangkat topik yang lumayan berat di season kedua, yaitu: bullying, dengan cara yang sangat elegan dan menyentuh. Sulit untuk tidak terharu dan menitikkan air mata saat kisah dalam anime ini berfokus pada karakter Ino dan Ishigami. Kondisi psikis seseorang yang mengalami bullying juga diangkat secara cukup mendetail di sini, direpresentasikan dengan bagaimana pola pandang mereka terhadap dunia sekeliling bisa berubah; saya tidak mau spoiler tetapi pola pandang seseorang akan sekitarnya secara pintar dianimasikan di sini.

Dan bagaimana anime ini bisa dengan mudah menguras emosimu adalah bukti bagaimana kita sudah dibuat peduli dengan karakter-karakter di dalamnya. Bagaimana tidak, kalau mereka semua memang adalah karakter-karakter yang lovable? Bicara mengenai serial animasi slice-of-life, saya berani menyatakan kalau Kaguya-sama: Love is War adalah salah satu serial animasi slice-of-life terbaik yang pernah diciptakan.

Selain mempertahankan kualitas animasi yang konsisten indah dari episode ke episode, saya juga bersorak gembira dengan fakta di mana Masayuki Suzuki kembali dipercaya untuk menyanyikan lagu Opening anime season kedua ini. Kalau kalian suka dengan ‘Love Dramatic‘ dan ingin something more, siap-siap dengan lagu ‘Daddy! Daddy do!‘, tidak kalah asyik buat didengarkan dan dibuat berjoget.

Karena season kedua ini memberikan spotlight kepada karakter-karakter sampingan, ditambah dengan hubungan persahabatan antara beberapa karakter lainnya, mungkin akan ada penonton yang agak kecewa bahwa fokus hubungan antara Shirogane – Kaguya agak dikurang di sini. Tapi tidak perlu khawatir, saya malahan merasa bahwa dengan adanya jalan cerita yang lebih beragam, humor yang diangkat juga lebih beragam. Kaguya-sama: Love is War, is still a very-very funny anime yang dijamin mengocok perut!

Mengingat jalan cerita yang dicover oleh animenya baru setengah dari jumlah manga yang sudah diterbitkan, para pecinta anime berkualitas tak perlu khawatir. Kaguya-sama: Love is War season ketiga pasti akan digarap, dan saya pribadi sudah tak sabar menunggu perilisannya di tahun depan. Kalau mendengar komentar-komentar dari para pembaca manga-nya, kualitas cerita dari kisah ini akan terus konsisten di season-season mendatang. Ah, tak sabar menantinya!

Jadi? Apa lagi yang kalian tunggu? Kaguya-sama: Love is War adalah sebuah tontonan animasi yang tak boleh kalian lewatkan. Lucu, seru, hangat, dan tak mengandung unsur ecchi yang kampungan, it’s the best kind of anime anybody can ask for.

Score: 9.0

2 comments

  1. ishigami best
    kenapa ketika cerita sering terlalu fokus ke cerita main chara lalu tiba – tiba fokus cerita berubah ke karakter sampingan selalu ceritanya menarik banget

Leave a Reply