The Haunting of Hill House

Novel The Haunting of Hill House karangan dari Shirley Jackson adalah salah satu novel Horor terbaik yang pernah ditulis di Amerika. Bahkan penulis Horor kenamaan Amerika: Stephen King pernah menuliskan esay panjang lebar membahas mengenai novel ini. Semenjak ditulis di dekade 1950an dulu, novel ini sudah pernah difilmkan dua kali. Sekali di tahun 1963 di mana film dengan judul The Haunting dan dianggap sebagai salah satu film Horor terbaik sepanjang masa bagi banyak orang, dan sekali lagi di tahun 1999 dengan judul sama tetapi banyak dicerca oleh para kritikus.

Setelah 20 tahun sutradara horor yang sedang naik daun: Mike Flanagan, memutuskan untuk menggarap sebuah serial Horor bagi Netflix, sekali lagi dengan basis cerita The Haunting of Hill House. Bedanya, karya Mike Flanagan ini lebih berupa adaptasi bebas dengan inti cerita yang sama (rumah bernama Hill House yang berhantu) tetapi mengubah total relasi para karakter di dalamnya.

Serial ini mengambil setting pada dua masa waktu: satu pada masa kecil dari anak-anak keluarga Crain saat tinggal di Hill House, dan sekali lagi di masa dewasa dari anak-anak keluarga Crain di mana mereka harus menghadapi Horor mereka dari masa lalu. Cara bercerita seperti ini mengingatkan saya dengan novel It karya Stephen King (walaupun adaptasi dari novel tersebut selalu membagi cerita menjadi dua film dengan timeline terpisah). Dengan penuturan seperti ini, Mike Flanagan selaku kreator seri ini selalu bisa menjaga jalan cerita penuh dengan misteri. Apa yang terjadi di masa lampau misalnya kemudian bisa berdampak di masa sekarang bagi anak-anak keluarga Crain.

Penyutradaraan Mike Flanagan dan skenario rapi yang ditulis oleh tim season pertama yang berjumlah tujuh orang untungnya disokong dengan performa bagus dari setiap cast yang ada. Serial ini digawangi oleh banyak aktor-artis, yaitu anak-anak keluarga Crain dari dua era. Sementara performa tiap anak-anak di dalam serial ini menggemaskan, performa yang paling juara datang dari aktor-aktor yang memerankan versi dewasa mereka. Saya salut dengan performa dan banter mereka satu sama lain, benar-benar sangat hidup seperti dialog antara saudara di dunia nyata. Mungkin karena Ibu saya juga adalah bagian dari lima bersaudara (dengan komposisi sama: 2 pria dan 3 wanita), seri ini terasa makin relatable bagiku.

Kelima Crain bersaudara juga memiliki sifat dan tabiat mereka masing-masing sehingga membuat mereka menarik ketika fokus cerita dialihkan kepada mereka. Dalam lima episode pertama serial ini, fokus cerita terus bergerak menyorot salah satu dari lima saudara yang berbeda-beda. Saya benar-benar suka dengan akting kelima aktor dewasanya, termasuk ketika kelimanya semua akhirnya mendapatkan sorotan yang merata. Terlepas dari itu, saya juga suka dengan penampilan dari trio Timothy Hutton, Henry Thomas, serta Carla Gugino yang berperan sebagai sosok ayah – ibu keluarga Crain.

Kebrilianan dari The Haunting on Hill House tidak berhenti di sana. Kualitas set yang dipakai di serial ini juga luar biasa. Detail dari Hill House dihidupkan dengan berbagai detail masa lalu. Di kala siang, Hill House tampak bak sebuah rumah indah yang ingin ditempati siapapun yang memimpikan kehidupan romantis. Tetapi apabila malam tiba, lorong yang terlihat menarik itu berubah total menjadi gelap dan menakutkan, membuat tiap-tiap orang bertanya mengenai makhluk halus apa yang tengah berkeliling.

Ketidaktahuan itulah yang dimanfaatkan oleh Mike Flanagan, ia kerap menyelipkan penampakan-penampakan yang sekilas lalu takkan disadari oleh penonton. Kerap para makhluk halus itu tak melakukan apapun, hanya berdiri dan mengawasi mereka yang masih hidup. Dan, itu yang membuatnya semakin mengerikan. You know that they are there, watching your every move, albeit doing nothing about it. Salut untuk Mike Flanagan yang menggunakan teknik ini untuk mempengaruhi alam bawah sadar penonton. Dan karena itulah ketika Flanagan memutuskan menggunakan Jump Scare untuk mengejutkan penonton, impactnya menjadi sangat maksimal, karena ia tak mengumbarnya sembarangan.

Terlepas dari Endingnya yang memiliki pro dan kontra (beberapa pihak menyukainya sementara beberapa pihak lain kecewa akannya), The Haunting on Hill House adalah sebuah serial Horor yang sangat kuat dari Mike Flanagan. Saya hanya berharap bahwa kualitas season-season berikutnya dapat dipertahankan oleh sang penggagas… dan tidak mengalami penurunan kualitas yang pelan tapi pasti bak American Horror Story. Lanjutkan menggeber jantung penonton, Mike.

Score: 8

2 comments

  1. Ini Salah satu serial terbaik Netflix yang pernah kutonton. Keren banget dan plotnya berlapis bagi yang pengen membedah lebih detail terutama bedah karakternya.
    Awalnya kukira ini serial horor biasa, tapi rupanya lebih ke drama psikologi dgn latar rumah berhantu.
    Gak sabar nunggu season 2 nya.

Leave a Reply