The Isle of Cats

Kucing, belakangan ini, benar-benar naik daun sebagai salah satu binatang peliharaan yang paling disayangi oleh orang.

Dan industri Board Game pun merefleksikan hal tersebut.

Di tahun 2019, game The Isle of Cats diciptakan oleh Frank West dan dengan cepat menjadi salah satu Board Game yang paling populer di tahun tersebut. Mungkinkah itu disebabkan karena banyak Board Gamer diam-diam juga adalah pecinta kucing?

Anyway, bicara soal Board Game ini, The Isle of Cats adalah sebuah game di mana kamu adalah pemilik kapal yang ingin menyelamatkan Kucing-Kucing sebanyak mungkin dari Pulau Kucing. Kenapa? Karena Pulau itu akan diinvasi oleh seorang kriminal yang jahat: Lord Vesh. Tetapi kita semua tahu kalau kucing adalah makhluk yang berlaku seenak perutnya – bukannya cepat-cepat lari kepada kita untuk diselamatkan, mereka justru berputar-putar di Pulau. Kalau kamu ingin menarik perhatian mereka ke dalam Kapalmu, kamu perlu memakai umpan Ikan. Bisakah kamu menyelamatkan kucing terbanyak dan menjadi pemenang permainan?

Gameplay dalam The Isle of Cats adalah kombinasi dari beberapa mekanisme dasar Board Game yang dilebur menjadi satu. Dua mekanisme inti dari game ini adalah Card Drafting di mana kamu sebagai pemain bergantian mengambil kartu-kartu yang ingin kamu pakai dalam permainan, dan Polyomino di mana Kucing-Kucing yang kamu selamatkan direpresentasikan dalam bentuk Tile ala Tetris dan harus kamu pasang secara serapi mungkin di dalam Board-mu. Tentu saja masih ada beberapa mekanisme tambahan di dalam game ini seperti mengumpulkan Resource dan Set Collection, tetapi semuanya dibangun dari dua mekanisme utama di atas.

Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut mengenai apakah saya suka atau tidak akan game ini, saya perlu mengkritik design kartunya. Komponen di dalam game ini sebenarnya sudah bagus di mana Tile Kucing terlihat menarik dan Board personal tiap pemain juga terlihat indah. Yang jadi masalah adalah kartu yang dipakai dalam permainan TIDAK DIDESIGN DENGAN BAIK. Saya kecewa dengan banyaknya kartu Lesson (bisa dibilang kartu Obyektif) yang dijelaskan dengan tulisan panjang lebar dan beragam Font. Tidak hanya jelek dan kadang membingungkan, mendadak saja membaca teks beragam merusak imersiku di dalam game.

Di luar itu saya menilai The Isle of Cats sebagai sebuah game yang kompeten. Pemain pemula di dunia Board Game sih tidak saya sarankan untuk langsung menjajal game ini sebab beberapa mekanisme yang ada agak membingungkan bagi pemula. Kalau harus jujur saya akan membawa mereka memainkan Spring Meadow, Barenpark, ataupun Patchwork terlebih dahulu. Semua game tersebut adalah game tipe Polyomino yang jauh lebih mudah diperkenalkan kepada pemain baru.

Akan tetapi kalau kamu adalah seorang pemain Board Game yang ingin mencoba sebuah Board Game dengan mekanisme Polyomino yang lebih ‘berisi’ ketimbang game yang saya sebutkan di atas, bisa menjajal Isle of Cats. Kombinasi dari mekanisme Card Drafting DAN Polyomino bekerja dengan sangat baik dalam game ini, membuat kamu harus berpikir dua kali, tidak hanya mengatur bagaimana memposisikan para Kucing di dalam Kapalmu tetapi juga bagaimana bisa menarik perhatian mereka terlebih dahulu dan keuntungan-keuntungan apa yang bisa kamu dapatkan melalui Lesson (Obyektif).

Bicara panjang lebar mengenai game ini, saya jatuh pada kubu minoritas yang tak sepenuhnya jatuh cinta akannya. Saya tahu bahwa Rahdo dan Tom Vasel, dua reviewer paling terkenal dunia Board Game sangat, sangat mencintai Isle of Cats, dan saya membeli kopi The Isle of Cats karena rekomendasi super tinggi dari keduanya. Harus diakui pengalaman saya memainkannya sedikit… underwhelming. Now don’t get me wrong. I don’t think that this is a bad game, saya hanya merasa bahwa dia unnecessarily complex.

Terlepas dari opini pribadi saya, kalau kamu menginginkan sebuah Board Game dengan tema utama Polyomino, disertai komponen yang bagus dan Replayability yang tinggi, game The Isle of Cats lebih dari layak untuk masuk ke dalam koleksimu.

Score: 7

Leave a Reply