Valletta

Apakah ada di antara kalian yang tahu negara bernama Malta? Malta adalah salah satu negara terkecil dalam kesatuan Uni Eropa. Negara ini unik sebab ia berupa kepulauan. Kalian yang adalah fans dari grup Boyband BTS mungkin tahu negara ini sebab Malta adalah tujuan dari acara Bon Voyage (acara jalan-jalan) BTS pada season dua. Nah, Ibu Kota dari Negara Malta adalah sebuah kota yang bernama Valletta. Dan Valleta ini sendiri diangkat dari nama Jean Parisot de Valette, sosok yang sukses menghalangi penyerbuan kekaisaran Ottoman terhadapi Pulau ini.

Dalam Board Game ciptaan dari Stefan Dorra ini, Valletta adalah kota yang baru mau tumbuh dan berkembang. Kamu berperan sebagai salah satu dari Kontraktor yang ingin membangun kota Valletta. Kamu bisa mempekerjakan orang dari berbagai latar pekerjaan untuk misimu, apakah kamu bisa menjadi sosok yang paling berpengaruh dalam membangun kota Valletta?

Game Valleta termasuk sebuah Board Game sederhana yang mudah dimengerti oleh siapa saja. Dalam setiap giliran, pemain memegang lima kartu di tangan mereka, berasal dari delapan kartu di dek awal mereka (dek awal delapan kartu ini sama persis antar tiap pemain). Setiap pemain memainkan sampai tiga kartu dalam giliran mereka dan melaksanakan efek apapun yang ada dari masing-masing kartu.

Sebagai contoh: ada kartu yang ketika kamu memainkannya akan memberimu Resource Batu, dan ada lagi kartu lain yang memberimu Resource Kayu. Total Jendral ada EMPAT jenis Resource di dalam game ini: Batu, Kayu, Tanah Liat, dan Koin. Keempatnya semua berguna ketika kamu ingin membangun Bangunan-Bangunan di kota Valleta. Setiap kali kamu membangun sebuah Bangunan baru di Valletta, kamu akan mendapatkan penduduk yang terasosiasikan dengan Bangunan tersebut.

Permainan akan terus berlanjut sampai salah satu dari tiga hal terjadi: salah satu pemain selesai membangun delapan Bangunan, salah satu pemain mencapai VP sejumlah 25 poin, atau salah satu pemain memajukan Token Jean Parisot de Valette ke ujung Board.

Valletta memiliki mekanisme utama Deck Building di mana pemain bisa membangun Dek kartu mereka dengan cara menambahkan kartu-kartu baru ke Dek mereka (dengan cara membangun Bangunan atau menyewa pekerja baru). Bagi pemain yang tidak berpengalaman dengan genre Deck Building, saya merasa bahwa Valleta merupakan game yang cocok untuk mereka mainkan. Kenapa demikian? Karena elemen Deck Building di dalam game ini terbilang cukup sederhana untuk dimengerti dan forgiving. Dengan kata lain pemain awam bisa belajar apa pentingnya menambahkan kartu dalam Dek dan sebaliknya mengeluarkan kartu dari Dek mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan kartu Jean Parisot. Saya pribadi selalu menggunakan Board Game ini bila ingin memperkenalkan mekanisme Deck Building, sebelum menjajal game-game lain yang lebih kompleks – macam The Quest for El Dorado dan lainnya.

Bicara mengenai komponen di dalam Valletta tidak ada yang super spesial di dalam game ini. Kartu yang ada memiliki design yang unik dan Theme membangun kota juga tercermin dalam gameplaynya, akan tetapi kalian tak perlu mengharapkan komponen-komponen minis yang mewah ala Tapestry ataupun sejenisnya. This is a Light-to-Medium Euro Game, dan dia tidak mencoba untuk menjadi sesuatu yang lebih dari itu.

Beberapa reviewer Board Game mengatakan bahwa Valletta berpotensi untuk menjadi sebuah Board Game yang forgettable. Dan saya tak menyalahkannya. Ini adalah game dengan mekanisme yang sederhana tanpa banyak strategi mendalam, dengan komponen serta artwork yang biasa-biasa dan cenderung generik. Itu resep untuk bencana di industri Board Game yang kian tahun kian mengedepankan faktor bling-bling dan wow. Toh terlepas dari itu semua, saya masih bisa menemukan charm tersendiri memainkan Valletta. Mungkin sekali ia bak kota Valletta itu sendiri, bukan kota pertama yang ada di benakmu ketika mengunjungi Eropa – tetapi diam-diam mencuri perhatian dan cintamu melalui kesederhanaan hidup yang ia tawarkan di dalamnya.

Score: 8

Leave a Reply