Skip to content

Black Mirror: White Christmas

Tahu Black Mirror?

Seri Antologi Sci-fi dari Inggris yang diciptakan oleh Charlie Brooker ini makin naik daun setelah di tahun 2016 diambil hak tayangnya oleh Netflix. Seri ini bisa dibilang mencapai puncak popularitasnya di season keempatnya, saat bejibun orang menanti kehadirannya – mendorong seri ini menjadi salah satu seri terlaris andalan Netflix menggaet pelanggan baru.

Tapi mari kita kembali ke era di mana Black Mirror sudah merupakan seri yang populer di Inggris… tetapi tak sampai sepopuler itu, karena belum diambil alih oleh Netflix. Di pertengahan antara season kedua di tahun 2013 dan season ketiga di tahun 2016, ada sebuah episode khusus Black Mirror yang ditayangkan pada masa Natal tahun 2014. Judulnya pun tepat: White Christmas. Seputih apa Natal di film yang kerap mengangkat topik Dystopian ini?

Dalam sebuah kabin dua orang pria berbincang-bincang. Yang satu adalah Matt, seorang pria yang ceria dan yang lain adalah Joe, seorang pria yang pendiam. Kedua orang ini menyimpan sebuah cerita di masa lalu mereka yang membuat mereka sekarang terpaksa terkurung di dalam kabin itu, pertanyaannya adalah… apa?

Setiap episode Black Mirror biasanya memperkenalkan sebuah teknologi baru dan episode spesial ini bukan pengecualian. Di dalam film ini teknologi baru yang diperkenalkan adalah Z-Eye, sebuah sistem mata artifisial yang bisa membantu orang untuk memblok atau memute seseorang di dalam kehidupan nyata. Sebagaimana halnya kamu tidak suka seseorang dalam Facebook lantas bisa blok mereka, hal yang sama bisa kamu lakukan di sini. Teknologi kedua yang diperkenalkan adalah Cookie, di mana kesadaran diri seseorang bisa didownload – dikopi – dan nantinya digunakan untuk menjadi AI yang membantu mereka.

Satu hal yang selalu membuat saya salut dengan Black Mirror adalah bagaimana mereka bisa menatap ke depan – tetapi tidak terlalu jauh ke depan sampai teknologi-teknologi yang ditunjukkan di dalam seri ini bak khayalan belaka. Ambil contoh Cookie. Kalau dipikir-pikir teknologi di belakang Cookie sebenarnya sangat mirip dengan Google Home / Google Nest, tetapi yang unik kedua teknologi smart itu baru dirilis oleh Google di tahun 2016, yang berarti dua tahun setelah episode ini tayang. It’s amazing how actual Black Mirror is. Z-Eye sendiri mungkin belum ada di masa sekarang, tetapi teknologi itu pun bukannya sesuatu yang mustahil untuk diaplikasikan kepada manusia dalam rentang waktu 20 – 30 tahun ke depan.

Tetapi bukan pengenalan teknologi saja yang membuat Black Mirror bagus tetapi juga bagaimana ia bertanya akan implikasi moral di balik teknologi tersebut. Dengan kemampuan Mute dan Block yang dimiliki oleh Z-Eye misalnya, apakah itu membuat orang semakin mudah untuk mengambil jalan pintas menghadapi konfrontasi? Ketimbang membicarakan dan mendiskusikannya, apakah lebih mudah untuk langsung melakukan Mute dan Block saja? Begitu juga pertanyaan moral lain mengenai apakah Cookie itu sekedar kode semata ataukah dia juga memiliki perasaan bak manusia?

Film ini bisa dibilang dibuat dengan budget yang terbatas tetapi untungnya mereka digawangi oleh dua aktor yang memiliki pengalaman banyak: Rafe Spall dan Jon Hamm. Rafe yang adalah anak dari Timothy Spall menunjukkan bahwa ia menuruni bakat akting dari sang Bapak – walau masih ada banyak ruang baginya untuk tumbuh berkembang. Di sisi lain performa Jon Hamm jelas merupakan daya pikat terbesar di sini. Siapa tidak ingin melihat Don Draper tampil di Black Mirror? Dan performa Hamm yang secara bersamaan lucu, simpatik, sekaligus licik membuat saya makin salut kepadanya. This guy really should get bigger roles in movies.

Pada akhirnya kalau kalian suka dengan Black Mirror, tentunya White Christmas tidak akan luput dari daftar tonton kalian. Dan kalau kalian ingin tahu what Black Mirror is all about, menonton White Christmas adalah sebuah sneak preview mengenai kenapa seri antologi ini bisa begitu populer.

Score: 8.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: