Skip to content

The New Mutants

Siapa yang tidak kenal dengan grup X-Men. Grup Mutant dari Marvel ini adalah salah satu film Marvel yang pertama mendapatkan sukses mainstream di theater, bersamaan dengan Blade dan Spider-man. Semenjak itu, 20th Century Fox terus membuat filmnya, karena mereka percaya bahwa franchise X-Men adalah salah satu mesin uang mereka. Franchise ini sempat dirasa sudah mencapai puncaknya di tahun 2006 dengan perilisan X-Men: The Last Stand, tetapi 20th Century Fox mampu mereboot film ini lagi di tahun 2011 dan memulai rentetan film Mutant yang baru. Sekali lagi franchise ini terjaga hidupnya saat Ryan Reynolds menghidupkannya melalui Deadpool. Semenjak saat itu sepertinya 20th Century Fox mulai berpikiran terbuka dan mencoba membuka genre Mutant X-Men tak hanya di superhero saja tetapi ke genre-genre lainnya… salah satunya genre Young Adult.

Proyek film yang dinamai The New Mutants memiliki banyak sekali masalah hingga menjadi Meme. Konon proses syutingnya saja sudah bermasalah sehingga filmnya terus diundur dari 2018 sampai 2019. Lantas di saat film ini hampir dirilis terjadi pembelian dari 20th Century Fox oleh Disney, yang membuat film ini kembali terombang-ambing nasibnya, terutama setelah kegagalan dari film Dark Phoenix. Akan tetapi desakan para fans membuat film ini kembali dipertimbangkan untuk dirilis di bioskop oleh studio Disney di awal 2020. Then guess what? Pandemic COVID1-19 terjadi! That’s crazy. Setelah penundaaan selama hampir tiga tahun, film ini akhirnya dirilis secara terbatas di bioskop Amerika. Is it really worth that SUPER LONG WAIT?

Dani Moonstar tengah menjalani tragedi terburuk dalam hidupnya. Sebuah entitas misterius muncul dan menghancurkan pemukimannya, membunuh semua orang termasuk ayahnya. Dani pingsan dan ia terbangun di sebuah mansion yang misterius. Di tempat itu ia bertemu dengan empat Mutant muda lainnya. Mansion ini… aneh, karena selain mereka berlima tidak ada orang dewasa di sana, selain seorang ilmuwan bernama Dokter Cecilia Reyes, yang menyatakan bahwa ia tengah melatih kelima Mutant muda ini untuk menguasai kekuatan mereka. Dani pun menjalin persahabatan dengan empat Mutant muda di tempat tersebut, yang semua datang dengan trauma masa lalu mereka masing-masing. Akan tetapi lambat laun mereka menyadari ada sebuah mimpi buruk yang terus menganggu mereka. Apakah manifestasi dari rasa bersalah mereka… atau ada sesuatu yang lebih mengerikan tengah bersembunyi di mansion yang lambat laun makin terasa seperti penjara itu?

Sekilas lalu The New Mutants punya semua resep untuk menjadi film yang sukses dari franchise X-Men. Mereka mengcasting orang-orang yang tepat. Dari kelima artis muda yang terlibat di proyek ini, saya kenal TIGA orang yang saya anggap sebagai rising star masing-masing. Ada Maisie Williams yang terkenal melalui serial Game of Thrones, ada Charlie Heaton yang juga tengah naik daun melalui serial Stranger Things, dan ada Anya Taylor-Joy, bisa dibilang yang paling terkenal di seri ini lewat kesuksesannya di layar lebar dan layar kaca. Bahkan dua artis muda lain yang kurang terkenal: Blu Hunt dan Henry Zaga pun sudah punya pengalaman di layar kaca membintangi serial TV mereka masing-masing. Sutradara yang ditunjuk oleh 20th Century Fox pun bukan main-main: Josh Boone yang sukses dengan adaptasi The Fault in Our Stars.

Sayang dengan semua bakat yang ada di film ini, saya merasa bahwa The New Mutants dalam produk finalnya hanya film yang… forgettable. Tidak, ini bukan film yang jelek. Dan kalau harus jujur saya jauh lebih puas menonton film ini ketimbang Dark Phoenix yang… the lesser I think about that movie, the better. Salah satu masalah terbesar bagi film ini adalah timpangnya pembagian cerita karakter-karakternya. Sementara Blu Hunt dan Maisie Williams diberi porsi terbesar untuk berakting di film ini, tiga karakter lain tak memiliki kedalaman yang sama. Ya mereka semua memiliki sub-plot masing-masing tetapi di luar karakter Dani (yang adalah main character di film ini), tak satupun benar-benar menyelesaikan trauma masa lalu mereka. The movie seems content to let the past plays a part as a nightmare… but not as a solution. Dan bagi saya itu mengecewakan.

Dan walaupun The New Mutants berusaha tampil berbeda dari film X-Men biasanya, ia juga tak memiliki tone yang tetap. Di awal film ini berusaha tampil bak genre Horor dan genre Drama Remaja (Young Adult) yang digabung dalam satu film, tetapi di akhir seakan tak bisa lolos dari genre-trappingnya, ia kembali masuk ke dalam genre dunia persuperheroan. At the end of the day, alih-alih menjadi sebuah film yang fresh macam Deadpool, The New Mutants hanya terasa sebagai sebuah episode Pilot bagi spin-off serial TV X-Men. Tonton kalau kalian memang pecandu segala yang berbau mutant, tetapi lupakan kalau kalian sudah bosan dengan film bergenre superhero.

Score: 5.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: