Skip to content

Proposal Daisakusen

Proposal Daisakusen yang memiliki judul lain Operation Love adalah salah satu J-Dorama yang paling sukses dari negeri Sakura. Ya, di antara negara-negara Asia Timur, saya memang paling suka dengan drama-drama yang berasal dari Jepang, walaupun sayangnya di Indonesia bisa dibilang drama Jepang kalah pamor dibandingkan Korea ataupun China / Taiwan. Nah, Proposal Daisakusen ini ternyata cukup sukses sehingga Korea dan China membuat versi remake mereka masing-masing di tahun 2012 dan 2017. Versi Jepang orisinilnya sendiri dirilis di tahun 2007 dan dibintangi oleh duet Tomohisa Yamashita (Yamapi) dan Masami Nagasawa.

Duet ini tentunya bukan pertama kali bertemu di dunia Dorama, baru dua tahun sebelum Proposal Daisakusen mereka sama-sama membintangi Dragon Zakura yang cukup laris juga di pasaran.

Anyway, jalan cerita dalam seri ini cukup unik. Ken Iwase dan Rei Yoshida semenjak kecil sudah bersahabat dan pelan-pelan timbul jalinan cinta antara keduanya. Akan tetapi keduanya tak pernah berpikiran untuk menyatakan perasaan mereka. Dan sekarang sudah terlambat. Ken harus menghadiri pernikahan Rei, sesuatu yang ia lakoni dengan penuh penyesalan. Di saat resepsi tengah berlangsung, sebuah keajaiban terjadi. Seorang malaikat / peri / makhluk gaib muncul dan memberi Ken sebuah kesempatan untuk pergi ke masa lalu, mengubah hubungannya dengan Rei dan secara tidak langsung mengubah masa depan yang menyakitkan bagi Ken. Maka dimulailah operasi cinta Ken, bisakah ia melakukannya?

Walaupun Dorama ini sudah dirilis di tahun 2007 lalu, Proposal Daisakusen masih tetap fresh dan relevan ditonton hari ini, membuktikan bahwa sebuah Dorama dengan konsep yang bagus bisa menjadi timeless. Saya masih tetap terbahak melihat tingkah laku Ken, saya masih terharu dengan perjuangan Ken untuk merebut hati Rei, dan sebagaimana khasnya serial-serial Jepang, saya merasa mendapatkan sebuah pelajaran berharga usai menontonnya. Itu mungkin yang membuat serial negeri Sakura spesial dibandingkan serial dari Asia Timur lain yang setelah nonton… ya sudah, mayoritas lewat begitu saja tanpa kesan apapun.

Tapi satu hal lagi yang tak disangka membuatku suka dengan film ini adalah persahabatan antara kelima karakter murid di dalam serial ini. Selain Ken, Rei, masih ada trio sahabat Eri, Mikio, dan Tsuru. Perjalanan persahabatan kelimanya mulai dari masa SMU, Kuliah, sampai Dunia Kerja membuatku kangen dengan para sahabatku pada masa Kuliah. Tentu saja kisah Ken dan Rei mungkin juga kisah kebanyakan dari kita, saya rasa banyak dari kita yang punya first crush dari jaman semenjak kecil dan itu mungkin adalah teman kita, entah dari masa SD, SMP, atau SMU. Menonton Proposal Daisakusen ketika saya dewasa membuat momen-momen kilas balik waktu terasa poignant.

Makin melengkapi Proposal Daisakusen adalah dua lagu utama yang menjadi OST-nya. Yang satu adalah Ashita Harerukana dari Keisuke Kuwata yang menjadi soundtrack utama dari serial ini, ditambah lagi dengan Chiisana Koi no Uta-nya Mongol800 yang sudah menjadi salah satu lagu J-Pop terfavorit saya sepanjang masa. Momen-momen di tiap episode ini terasa makin hidup dengan iringan lagu-lagu ini di saat yang tepat.

Kalau kamu seorang penggemar kisah J-Dorama dan ingin cerita komedi romantis yang timeless dan tetap enak disimak kapanpun juga, saya sangat merekomendasikan Proposal Daisakusen. This is a great series to watch with your loved ones, and remember that sometimes the people you most cherished, is just right by your side.

Score: 9.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

2 thoughts on “Proposal Daisakusen Leave a comment

  1. Tahun2 segitu, Jepang banyak produksi dorama klasik yang emang timeless. Entah kenapa produk remake malah jelekl. Kayak Tokyo Love Story dibikin remake tahun 2020 malah bikin ilfil.

Leave a Reply

%d bloggers like this: