Skip to content

Relic

Menghadapi Dementia / Alzheimer adalah salah satu momok terbesar bagi keluarga manapun. Bayangkan kalau orang yang paling kamu kasihi, mungkin itu orang tua-mu, saudaramu, atau pasangan hidupmu pelan-pelan melupakan semuanya. Hal itu tentu menjadi cobaan yang besar bagi keluargamu bukan? Itulah kenapa topik ini kerap sekali diangkat dalam film, biasanya dalam genre romantis ataupun drama. Akan tetapi sutradara Natalie Erika James berusaha mengangkat ini dari genre yang berbeda: genre Horor. Berhasilkah?

Ketika Edna, seorang wanita jompo menghilang dari rumahnya, anak dan cucunya: Kay serta Sam memutuskan untuk pulang ke rumah untuk mencarinya. Selama beberapa hari Edna tidak bisa ditemukan, sampai akhirnya ia ditemukan dalam keadaan… baik-baik saja. Akan tetapi untuk berjaga-jaga dokter meminta supaya Kay dan Sam jangan buru-buru pulang, dan tetap tinggal menjaga sambil memonitor keadaan Edna. Di sinilah keduanya mulai menyadari kejanggalan akan diri Edna. Apakah rumah yang ditempati Edna terkutuk? Ataukah ini semua hanya disebabkan dari ingatan Edna yang makin terkikis oleh tahun?

Skenario yang ditulis oleh Natalie Erika James ini dengan sukses meningkatkan tensi film secara perlahan tapi pasti. Itu didukung dengan akting dari Robyn Nevin yang kian lama kian… membuat bulu kuduk merinding. Saya salut dengan artis gaek satu ini. Walaupun usianya sudah mendekati kepala delapan, aktingnya masih penuh totalitas. Peranan sang anak juga dibawakan secara meyakinkan oleh Emily Mortimer, sehingga mampu menjual hubungan ibu – anak antara Edna dan Kay. Satu-satunya titik lemah di antara ketiganya terletak pada Sam, diperankan oleh Bella Heathcote. Yah, mungkin sebagai artis paling junior di sini, ia masih perlu diasah lebih jauh lagi kemampuan beraktingnya.

Sang sutradara, bagaimanapun juga, tak sekedar membiarkan para artis mencuri perhatian penonton di layar kaca. Ia juga menyampaikan pesannya melalui bahasa gambar film. Salah satu keputusannya adalah memakai tone yang gelap dan suram sepanjang film. Tak hanya itu, saya mengacungkan jempol dengan bagaimana ia menggambarkan rumah yang kian lama kian membingungkan dengan begitu banyaknya bagian yang tak tereksplorasi di dalamnya. Ini merupakan cara Natalie menunjukkan bagaimana pikiran orang yang telah terkena Dementia / Alzheimer. Makin lama keadaan otak mereka makin sulit membayangkan mana yang realita dan mana yang fantasi.

Pada akhirnya Relic adalah sebuah film drama horor yang sukses membuat bulu kudukku merinding, tetapi di saat yang bersamaan juga sukses membuatku trenyuh. Ini adalah film yang membuat tiap penonton bertanya, apa yang sudah kamu lakukan untuk orang tua kamu selama ini? Dan untuk keberaniannya mendobrak genre horor klise, saya angkat topi. Layak dimasukkan jajaran horor movie yang must see untuk tahun 2020 bagi penggemar genre ini.

Score: 7.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: