Skip to content

Minari

Saya pertama mendengar Minari ketika ada kisruh kenapa film ini tidak dinominasikan sebagai salah satu Best Picture dalam Golden Globe dan malah dimasukkan dalam kategori Best Foreign Language Film. Banyak kritisi film mengkritik panitia Golden Globe dan mengolok-olok mereka sebagai rasis, sebab Minari selayaknya dimasukkan dalam kategori Best Picture (Drama). Saya tidak mau ikut campur dalam polemik berbau SJW seperti itu. Yang saya peduli adalah: apakah film ini bagus atau tidak?

Yang paling menarik minatku dalam menonton film ini tentunya kehadiran aktor Steven Yeun. Steven Yeun mungkin adalah salah satu aktor Korea yang paling terkenal di Amerika karena dia membintangi serial The Walking Dead sebagai Glenn, salah satu karakter favorit di dalam seri tersebut. Turut melengkapi film ini adalah Han Ye-ri sebagai istrinya, dua aktor cilik Alan Kim dan Noel Kate Cho, serta Youn Yuh-jung yang dianggap sebagai salah satu aktor senior terhormat di Korea Selatan.

Minari sendiri merupakan cerita dari imigran Korea yang berusaha mencari kesuksesan di Amerika. Jacob dan Monica sudah tinggal di Amerika selama sepuluh tahun, bekerja sebagai chicken sexers. Buat kalian yang tidak tahu apa itu, jangan salah kaprah. Chicken sexers bukan tukang ngeseks dengan ayam tetapi orang yang menyeleksi apakah ayam itu jantan atau betina. Setelah bekerja bertahun-tahun Jacob ingin mencoba untuk berwiraswasta, membangun sebuah pertanian supaya mendapatkan uang lebih banyak bagi keluarganya. Ini membawanya bertikai dengan Monica, sang istri yang lebih mementingkan stabilitas dalam kehidupan mereka (stabilitas = bekerja baik-baik dan mendapatkan gaji yang cukup).

Ketegangan antara keduanya makin meningkat ketika akhirnya Monica mengundang Ibunya: Soon-ja, dari Korsel, untuk tinggal bersama dengannya di Amerika. Soon-ja diminta oleh keduanya untuk menjadi babysitter bagi David dan Anne, kedua anak mereka. Pembawaan dari Soon-ja yang easygoing membuat dia kerap disepelekan oleh David, cucu paling kecil yang bandel dan tak pernah bertemu dengan si Nenek sebelumnya. Kesulitan apa lagi yang akan dihadapi oleh keluarga imigran ini sebelum bisa mendapatkan sukses di Amerika?

(SPOILER) Pada awalnya saya sedikit kebingungan dan kecewa dengan ending dari Minari yang berakhir… begitu saja. Saya merasa seperti ending dari film ini lebih seperti perputusan sebuah scene, ketimbang langsung akhir dari sebuah film. Tetapi semakin saya memikirkannya, the more the movie it makes sense. Untuk kalian yang tidak paham dengan arti Minari, Minari adalah sebuah tumbuhan yang tumbuh di daerah Asia dan salah satu tanaman di Korea, tetapi terkenal akan ketahanannya untuk bisa tumbuh di manapun. Cocok sekali dengan keluarga Yi yang berasal dari Korea tetapi tumbuh dan berkembang di Amerika.

Saya senang sekali dengan akting dari semua artis di sini, tidak hanya para artis yang berasal dari Korea saja. Selain mereka Will Patton dari Amerika performanya pun bagus sebagai karyawan yang bekerja di sana.

Konon sutradara Lee Isaac Chung menggarap film Minari sebagai sebuah tribut bagi masa kecilnya sendiri, sebab keluarga Lee juga adalah seorang imigran dari Korea yang pindah ke Amerika. Saya juga senang dengan bagaimana Lee tidak sok-sokan membuat kisah sedih imigran yang dirasis oleh orang Amerika. Sebaliknya, komunitas orang Amerika di sekitar keluarga Jacob dan Monica Yi semuanya adalah orang-orang yang suportif terhadap mereka. Mereka tidak terlampau baik kepada para pendatang seperti orang-orang suci, tetapi mereka juga tidak rasis seperti karikatur berlebihan yang kerap digambarkan oleh film-film Amerika lainnya. Ada beberapa kata-kata rasis yang terlontar, tetapi semuanya bukan karena yang melakukan rasis tetapi sekedar tak mengerti saja, dan lebih bagusnya lagi, keluarga Yi juga tidak merasa tersinggung atau triggered ketika kelakuan itu diucapkan. Bandingkan dengan kaum minoritas Amerika jaman sekarang yang tidak diapa-apakan saja sudah tersinggung – entah kenapa.

Dan jalan menuju American Dream dan American Happiness itu tidak mudah. Dan bukan karena rasisme yang terjadi di sekitar keluarga Yi. Film ini menunjukkan bagaimana menjadi sukses berwiraswasta bukan hal yang mudah. Banyak up and down dalam sebuah bisnis. Kamu bisa melakukan semua hal sebaik mungkin dan bisnis kamu tetap bisa menemui masalah sampai gagal. Minari mampu menunjukkan hal tersebut tanpa menuding menyalahkan pihak manapun. Untuk setiap keberhasilan yang mereka dapatkan, sebuah kesialan baru muncul. Just like in a real life business.

Steven Yeun appears in Minari by Lee Isaac Chung, an official selection of the U.S. Dramatic Competition at the 2020 Sundance Film Festival. Courtesy of Sundance Institute. All photos are copyrighted and may be used by press only for the purpose of news or editorial coverage of Sundance Institute programs. Photos must be accompanied by a credit to the photographer and/or ‘Courtesy of Sundance Institute.’ Unauthorized use, alteration, reproduction or sale of logos and/or photos is strictly prohibited.

Pada akhirnya Minari mungkin bukan tontonan buat semua orang. Bagi saya sendiri film ini terasa agak slow paced dan tak memiliki momen-momen yang sangat memorable. Drama terbaik tahun ini? Tidak sih, tetapi bagi kalian yang ingin menonton sebuah film tentang kehidupan keluarga imigran di tahun 1980s tanpa didramatisasi berlebihan oleh para SJW, Minari is a nice movie to watch.

Score: 7.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: