Skip to content

The Conjuring: The Devil Made Me Do It

Setelah kesuksesan dari franchise The Conjuring, saya rasa tidak heran kalau Warner Bros ingin terus memerah serial ini sampai habis. Lagipula selama masih cuan, kenapa tidak? Terbukti bukan bahwa selain franchise The Conjuring sendiri, dua spin-offnya yaitu Annabelle dan The Nun sukses besar di Box Office!

Setelah terakhir rilis di tahun 2016, sekarang duet Patrick Wilson dan Vera Farmiga kembali sebagai Ed dan Lorraine Warren. Film ini tadinya mau dirilis pada tahun 2020 tetapi seperti yang kita tahu Pandemik COVID-19 yang lebih mengerikan daripada setan Conjuring mendorong mundur perilisannya ke Juni 2021. Sampai saat saya menulis review ini, film The Conjuring 3 dengan tajuk The Devil Made Me Do It mendapatkan angka box office yang jauh lebih rendah ketimbang kedua prekuelnya (walau tetap sangat profitable). Apakah itu dikarenakan Pandemik… atau karena kualitas filmnya memang menurun?

Film ini sekarang bersetting di tahun 1981, empat tahun setelah even dalam The Conjuring 2. Dalam film ini baik Ed dan Lorraine gagal melakukan sebuah pengusiran setan terhadap bocah bernama David Glatzel. Secara ironis setan itu memang keluar dari tubuh David tetapi hinggap di badan Arne. Tak hanya gagal dalam melakukan pengusiran setan, Ed bahkan sempat terluka parah dan kena serangan jantung saat menghadapi setan ini. Fisik Ed yang tak seprima dulu membuatnya tak bisa menjadi partner yang sepadan bagai Lorraine.

Di saat keluarga Warrena tengah menyembuhkan dirinya, Arne yang sudah dikuasai setan membunuh rekannya Bruno. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika Arne menyatakan bahwa dirinya dirasuki setan sehingga melakukan pembunuhan itu. Hakim, Juri, dan dewan pengadilan tentu saja garuk-garuk kepala dengan statement ini.

Jalan cerita dalam The Devil Made Me Do It menurutku tanggung. Ketimbang mendengar kisah (yang lebih) fiktif dari bagaimana Ed dan Lorraine mencari cara bagaimana mengusir setan dalam diri Arne, saya sebenarnya malah lebih penasaran dengan bagaimana jalan persidangan dari Arne dalam membuktikan dirinya tidak bersalah. Saya tadinya menyangka film ini akan mengambil jalur cerita seperti The Exorcism of Emily Rose. Alas, I was wrong – and the end product was actually something much weaker.

Film ini kehilangan setan yang benar-benar khas seperti halnya Valak dari The Conjuring 2 atau Annabelle dan Bathsheba dari The Conjuring pertama. Setan ataupun Ocultist di film ini terasa kurang mengancam dan memorable dibandingkan lawan yang harus dihadapi oleh keluarga Warren dulunya. Satu-satunya yang membuat film ini tak sampai jatuh flat sebagai film horror adalah chemistry antara Patrick Wilson dan Vera Farmiga yang masih kuat selalu. They are so believable as husband – wife!

Mungkin salah satu alasan film ini terasa kurang nendang adalah sosok yang duduk sebagai sutradaranya. Karya Michael Chaves sebelumnya: The Curse of La Llorona jujur saja terasa kurang apik sampai Warner Bros tak jadi memasukkannya dalam The Conjuring Universe. Jadi kenapa sosok ini justru yang didapuk menjadi sutradara pengganti James Wan di franchise utamanya? Yah, semoga saja kesalahan ini membuat Warner Bros akan banting setir dan menyerahkan kendali ke sosok yang lebih kompeten. Bagaimana kalau Leigh Whannell saja? Sobat dari James Wan satu itu tidak pernah terlibat dalam franchise The Conjuring dan pastinya bisa memberi voice unik-nya sendiri bila dipercaya menangani entri baru franchise ini.

Pada akhirnya, The Conjuring: The Devil Made Me Do It masih sebuah tontonan yang kadang membuat bergidik takut dan menghasilkan beberapa jumpscare legit di momen-momen tertentu. But this is far from the classic horror we expect based on the two previous entries. Coba lebih baik lagi lain kali.

Score: 6.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: