Skip to content

Fatherhood

Kalau mendengar nama Kevin Hart, saya yakin genre film yang ia bintangi di benak orang-orang adalah Komedi. Ya karena Kevin Hart adalah seorang aktor yang akarnya seorang Stand-Up Komedian dan film-film populernya di Hollywood rata-rata adalah film komedi: dwilogi Jumanji dan dwilogi Ride Along. Akan tetapi salah besar kalau menganggap Kevin Hart hanya seorang komedian belaka. Di tahun-tahun belakangan, Kevin Hart berusaha tampil di luar comfort zone dia dengan membintangi film drama. Salah satu usahanya yang lumayan berhasil adalah saat ia membintangi remake dari film Perancis: The Upside (remake dari The Intouchables).

Kesuksesan dari film itu memberanikan Kevin Hart untuk terus mencoba berakting di luar comfort zone-nya, dan di tahun 2021 ia membintangi Fatherhood. Film soal ayah menjadi single parent dengan seorang anak sebenarnya bukan genre yang benar-benar baru. Beberapa film serupa yang cukup melekat di memori adalah About a Boy yang dibintangi Hugh Grant, Big Daddy dari Adam Sandler, sampai Definitely, Maybe dari Ryan Reynolds. Hanya saja mayoritas dari film-film itu dibintangi oleh aktor kulit putih. Satu-satunya film soal Father – Son / Daughter yang dibintangi oleh aktor kulit hitam yang melekat di ingatan hanya dari Will Smith. Sekali di The Pursuit of Happyness dan sekali lagi di After Earth – keduanya ia bintangi bersama anak kandungnya: Jayden Smith.

Jadi ketika Kevin Hart berpadu dengan Melody Hurd (artis cilik yang berperan sebagai anaknya), akankah mereka menghasilkan paduan yang bagus?

Matthew menghadapi perubahan besar di dalam hidupnya ketika Istrinya meninggal saat melahirkan. Meninggalnya sang Istri berarti Matthew harus mengubah keseimbangan hidupnya. Sebenarnya Matthew bukan seorang yang miskin, ia adalah seorang programmer yang memiliki pekerjaan tetap. Akan tetapi bekerja sambil membagi waktu mengurus anak tentunya bukan hal yang mudah. Toh Matthew pun menjalaninya supaya ia bisa memberikan hidup yang terbaik bagi Maddy, anaknya.

Kalau kalian merasa ringkasan cerita di atas terbaca klise… it’s because the movie kinda is cliche. Kalau kalian pernah menonton film soal Ayah – Anak yang saya sebutkan di atas tadi, saya cukup yakin kalian sudah bisa menebak ke mana cerita akan bergulir dan di mana ia akan berakhir. Beberapa trope dari genre ini seperti kemunculan DeWanda Wise sebagai Lizzie yang diposisikan sebagai pacar dari Matthew juga rasanya sudah terbaca. Konflik yang muncul, mulai dari bagaimana Matthew bersitegang dengan Mertuanya soal bagaimana mendidik Maddy, atau krisis identitas diri Maddy juga tidak pernah tereksplorasi sepenuhnya. It’s not a bad thing though, the last thing I wanted while watching this movie is to see another preaching about gender identity!

Bagaimana dengan hubungan Kevin Hart dan Melody Hurd sendiri? Menurut saya hubungan mereka ya cukup baik lah. Tidak ada momen yang benar-benar spektakuler atau memorable dari film ini untuk dikenang, tetapi paling tidak kedua artis ini bisa menjual hubungan mereka sebagai Ayah – Anak yang saling menyayangi.

Overall, ini adalah film drama keluarga yang cocok untuk ditonton di hari spesial bersama keluarga kalian. Ramuannya sudah pas: tak melulu ngocol tetapi tidak juga tearjerking ala drama-drama Korea. Just enjoy it as what it is.

Score: 6.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: